MANTAN PENJUAL KUE YANG MENJADIKAN INDONESIA SEBAGAI GUDANG MEDALI

AURORA
Karya AURORA  Kategori Tokoh
dipublikasikan 21 Februari 2016
MANTAN PENJUAL KUE YANG MENJADIKAN INDONESIA SEBAGAI GUDANG MEDALI

Tepat 51 tahun lalu ( 6 November 1963) lahirlah seorang anak kecil berjenis kelamin laki-laki di daerah Jakarta, lahir pada keluarga yang kelas ekonominya bisa dikatan kurang menjadikannya sebagai anak yang mempunyai ribuan cita-cita dan tak bisa dipungkiri bahwa dia adalah pemimpi besar. Membantu orang tua untuk menjual kue setiap harinya dilakukannya sebagai rutinitas sehari-hari demi beberapa tujuannya yakni, membantu orang tua mencari nafkah, membuat taraf ekonominya menjadi sedikit penting dan yang paling penting adalah keinginannya untuk memaksa orang tuanya untuk selalu tersenyum bangga kepadanya.

Ketika ia masuk pada usia dimana anak-anak lainnya merasa tidak terbebani untuk sekolah dia sebaliknya, dengan penuh usaha dan kerja kerasnya ia mencoba untuk terus menuntut ilmu seperti anak-anak yang lahir pada keluarga mampu (taraf ekonomi menengah). Berjualan kue dan mengajar adik kelasnya les privat pun tak pernah luput ia lakukan demi melanjutkan sekolahnya dilain sisi ia harus menabung untuk membeli baju seragam yang dinilai oleh orang sudah tak layak pakai lagi.

Dengan ketekunannya ketika pengumuman kelulusan Sekolah Menengah Atas ia berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya kearah yang lebih tinggi demi menggapai cita-cita mulianya yakni menjadi seorang Ilmuwan. Mahasiswa lulusan FMIPA Universitas Indonesia ini akhirnya lulus dengan prestasi Cumlaude (Lulusan terbaik). Ketika sarjana anak si penjual kue itu kemudian hijrah ke Amerika untuk melanjutkan studinya di Universitas College of William and Mary, Virginia untuk mengambil program magister dan doktornya. Berkat besarnya mimpi, kerja keras dan ketekunannya Ia kemudian menyabet gelar cumlaude di program doktornya.

Siapakah yang menyangka bahwa si anak penjual kue tersebut adalah Prof. Yohanes Surya Ph.D (Bapak Fisika Indonesia), Total 64 Medali Kompetisi fisika telah ia raih bersama para muridnya. Yah tak dapat dipungkiri prestasi sosok yang semenjak SD sangat saya kagumi ini menjadi pelopor/ pendiri Tim Olimpiade Fisika Indonesia ini, dengan prinsip dan niat tulusnya ia mencoba menjadikan Indonesia sebagai kiblat teknologi dan inovasi dunia.

Pendiri Surya University ini sendiri merupakan merupakan penulis produktif untuk bidang Fisika/Matematika. Ada 68 buku sudah ditulis untuk siswa SD sampai SMA. Selain menulis buku, ia juga menulis ratusan artikel Fisika di jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional, harian KOMPAS, TEMPO, Media Indonesia[7] dan lain-lain. Ia juga pencetus istilah MESTAKUNG dan tiga hukum Mestakung, serta pencetus pembelajaran Gasing (Gampang, Asyik, Menyenangkan).

Yohanes Surya berkiprah dalam berbagai organisasi internasional sebagai Board member of the International Physics Olympiad, Vice President of The First step to Nobel Prize (1997-sekarang), penggagas dan president Asian Physics Olympiad (2000-sekarang), Chairman of The first Asian Physics Olympiad, di Karawaci, Tangerang (2000), Executive member of the World Physics Federation Competition, Chairman of The International Econophysics Conference 2002, Chairman the World Conggress Physics Federation 2002, Board of Experts di majalah National Geographic Indonesiaserta menjadi Chairman of Asian Science Camp 2008 di Denpasar, Bali.

Selama berkarier di bidang pengembangan fisika, Yohanes Surya pernah mendapatkan berbagai award/fellowship antara lain CEBAF/SURA award AS ?92-93 (salah satu mahasiswa terbaik dalam bidang fisika nuklir pada wilayah tenggara Amerika), penghargaan kreativitas 2005 dari Yayasan Pengembangan Kreativitas, anugerah Lencana Satya Wira Karya (2006) dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun yang sama, ia terpilih sebagai wakil Indonesia dalam bidang pendidikan untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush. Pada tahun 2007, ia menulis buku ?Mestakung: Rahasia Sukses Juara Dunia? yang mendapatkan penghargaan sebagai penulis Best Seller tercepat di Indonesia.

Sosok beliau merupakan sosok yang paling berpengaruh bagi perkembangan pendidikan di Indonesia, kontribusi luar biasanya untuk Indonesia tak dapat kita lupakan layaknya angin yang berhembus kencang. Salam hormat untukmu sang inspirator sejati, semoga saya dapat menjadi sosok seperti engkau yang selalu mengedepankan kepentingan Bangsamu dibandingkan kepentinganmu sendiri.

?

?Ketika kita melangkah, maka jalan keluar akan terbuka. Alam semesta ( diri kita dan lingkungan) bersiap mengatur diri kita keluar dari kondisi kritis (Yohanes Surya)?

[ SALAM MESTAKUNG ]

  • view 110