[ MALAIKAT ITU KUPANGGIL IBU ]

AURORA
Karya AURORA  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Februari 2016
[ MALAIKAT ITU KUPANGGIL IBU ]

Malaikat merupakan ciptaan Tuhan untuk membantu para manusia untuk menghindari gangguan yang akan diterima manusia. Tetapi terkadang bahwa kita melupakan bahwa kita telah dititipkan sesosok malaikat nan Baik dalam hidup kita.

Malaikat yang selalu bersama kita dalam keadaan susah, senang ataupun ketika kita tersesat akan arah hidup yang sedang kita arungi. Dia setia menuntun dengan untaian kata pembangkit semangat nan indah, dia bukanlah seorang penyair namun setiap kata yang selalu diucapkan seringkali membuatku terpukau.

Sejak awal dilahirkan dia mengajari arti kesabaran atas setiap tetesan keringat, Disaat aku mulai balita dia sabar akan teriakan tangisanku yang menyita tiap detik waktu istirahatnya, ketika aku sakit dia selalu menjagaku hingga fajar menjelang.

Dia akan selalu menyayangi kita walaupun kita telah tumbuh sebagai manusia yang dewasa dan menua, Satu sifat yang sering aku jumpai adalah pengorbanannya yang tak dapat aku nilai harganya Ia rela mengorbankan apapun demi aku walaupun yang ia korbankan tersebut adalah kebahagiaannya.

[ IBU, PANGGILANKU UNTUK MALAIKAT ITU ]

Yah, Ia adalah tokoh yang tak akan tega melihat atau menyaksikan anaknya menderita. Mungkin jika diberikan pilihan kepadanya antara hidup dan kematian yang sangat menentukan, ia akan memilih mati agar kita sebagai anaknya tegap hidup. Mungkin kita tidak lagi ingat ketika ibu kita dengan sangat rela membersihkan kotoran kita saat kita balita, ia yang dengan sabar menyuapi kita saat kita rewel atau yang dengan sabar menunggu malam agar cepat berlalu ketika kita terbaring sakit dengan matanya yang sayu karena tidak tidur mengkhawatirkan kita.? Lantas, sudahkah kita ingat ia ketika kita dewasa?

Begitu indahnya gambaran kasih sayang yang diberikan oleh seorang ibu kepada anaknya. Ia memberikan apapun agar anaknya hidup layak dan bahagia. Apakah kita berfikir ketika ia berikan segalanya untuk kita, ia curahkan semua perhatiannya untuk memikirkan kebutuhan kita, sang ibu mengharapkan balasan kita? Sama sekali tidak, jikapun ada ibu yang terkadang meminta sekedar kebutuhannya itupun tidak seberapa, dan itu memang kewajiban kita sebagai seorang anak. Pernahkah kita mendengar dalam ajaran Islam yang mulia, bahwa semua harta yang kita miliki adalah hak orang tua kita?

Kasih sayang ibu memang tidak terbatas. Mungkin bagi sebagian kita yang telah merasakannya dan ada yang sama sekali tidak sadar akan besarnya kasih sayang seorang yang mulia ini. Masih ingatkah kita saat kita masih seorang bocah nakal yang sering kali merepotkannya, ia mungkin marah, tapi bukan berarti itu dapat mengurangi kasih sayang nya kepada kita. Ia marah karena kita melakukan sesuatu yang salah, adalah salah satu bukti bahwa ia sedang menyayangi anaknya.

Kasih sayang ibu tidak mungkin dapat kita bayar sampai kapanpun, ia adalah hutang yang tak mungkin pula dapat kita lunasi sampai kita mati. Saat kia dalam kandunganya, ia adalah yang paling merasakan kesusahan karena kita. Tidur tidak nyenyak, kemana-mana berjalan dengan perut yang berat, tidak boleh makan ini dan itu serta tak jarang harus makan makanan yang tidak ia sukai.

Pada saat melahirkan tiba, penderitaan ibu untuk memperjuangkan kelangsungan hidup kita harus dilaluinya. Saat seorang ibu melahirkan anaknya, merupakan saat-saat ketika ia harus berhadapan dengan keadaan yang mengancam jiwanya untuk melahirkan kita. Ia harus menghadapi kesakitan yang luarbiasa agar kita lahir kedunia.

Pada saat anak masih bayi, penderitaan ibu belum selesai. Setiap malam harus bangun untuk mengganti popok, menyusui, dan menidurkan si bayi. Belum juga terlelap lama, jika si kecil bangun, maka ibu harus ikut bangun untuk melayani kebutuhan si kecil. Begitu seterusnya hingga anak dapat hidup mandiri. Bahkan, ketika anak sudah besar dan mandiri-pun kasih sayang ibu tidak pernah surut atau berkurang. Mereka tetap menyayangi anak-anaknya, melalui cucu- cucunya.

Seorang ibu malakukan semua itu dengan penuh kasih sayang tanpa disertai harapan mendapat balasan. Seorang ibu adalah ia yang senang ketika kita senang, ia akan sedih ketika kita mendapatkan kesusahan. Jika kita sakit, ia adalah orang yang paling mengkhawatirkan kita. Itulah diantara kasih sayang ibu terhadap anak-anaknya.

Aku yakin, bahwa akan ada suatu hari dimana saya mampu membuatnya tersenyum bangga atas apa yang aku raih kelak.

? SEDIKIT RENUNGAN TENTANG DIA ?

Mari kita renungkan bersama..
Kenanglah IBU yang menyayangi kita,
untuk IBU yang selalu meneteskan air mata ketika kita pergi?
Ingatkah kita ketika IBU rela tidur tanpa selimut demi melihat kita tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuh kita?

Ingatkah kita ketika jemari IBU mengusap lembut kepala kita??
dan ingatkah kita ketika airmata menetes dari mata IBU kita,
Ketika melihat kita terbaring sakit..

Pernahkah kita mencoba mengingat akan masa lalu???..????
Sembilan bulan kita hidup dalam kandungan sang bunda
Bunda selalu membawa kita kemanapun ia pergi
Tak pernah ia berfikir untuk menanggalkan kita walau sejenak
Lalu kita pun lahir dengan tangis pertama kita menyapa dunia ini
Bunda pun selalu ikhlas merawat kita dengan penuh kasih sayang
Kadang kita telah begitu saja mengambil waktu istirahatnya dengan tangis kita di malam hari??mengganti popok kita yang basah, memberikan kita air susu ketika kita lapar
Dan kita hanya bisa menangis saja ketika itu
Kita selalu diayun, dipangku dan ditimang-timang
Lalu apa balasan kita waktu itu.?
Kita sering membuat basah baju bunda dengan air kencing kita
Dan Bunda tak pernah sekalipun memarahi kita

Usia kitapun beranjak perlahan
Ingatkah ketika hari pertama kita masuk sekolah.?
Setiap pagi, Bunda selalu memandikan kita,menyuapi kita mengantar kita dan menunggui kita
Bunda begitu sabar mengiringi hari kita di sekolah
Dan kita hanya bermain ketika itu
Lalu ketika kita beranjak remaja
Bundapun tak henti untuk menghawatirkan kita
Ketika kita sering pulang terlambat dengan berbagai alasaan
Bunda hanya menatap dengan penuh cemas
Padahal mungkin kita hanya bersenang-senang di luar sana

Ingatkah kita pada saat hari raya idul fitri
Sering bunda membelikan kita baju, sepatu, celana baru
Dengan harapan kita akan merasa senang
Ingatkah pula apa kata kita ketika itu
?Ah?.bajunya udah kuno gak mau ah? bunda ?nggak tau selera anak muda?
dan bunda hanya tersenyum saja
Saat kita mengenal cinta akan sesama
Sering kita membohongi bunda hanya untuk bercinta semata
Dan bundapun tak pernah lepaskan kasih sayangnya untuk kita
Ketika bunda bilang????Nak??.mestinya kamu sekolah dulu yang benar?.jangan dulu berpacaran?.??
Lantas kita hanya menjawab ?bu, saya udah gede, saya tau apa yg baik buat saya, ibu jangan terlalu mengatur saya dong!!?
Bunda hanya tersenyum dan menatap kita dengan penuh kasih sayang?


Apakah kita ingat saat kita memasuki bangku kuliah
Bunda dengan penuh semangat memberikan biaya kuliah kita yang setinggi langit
Lalu mungkin kita juga hanya bersenang-senang saja dengan dunia yang sedikit beranjak dewasa
Ketika kita butuh uang utk menuntaskan hasrat cinta muda kita
Sekali lagi kita sering membohongi bunda
dengan mengatakan?.?bu??saya butuh uang?.untuk biaya praktikum??kira-kira?.sekian juta..?
Lalu bunda bilang????.?nak??.apa tidak bisa di cicil???
Kita dengan segera menjawab?..?gak bisa bu?.harus sekali bayar??..?
Kita tak pernah tahu apa yang ada di benak bunda ketika itu??
Jika saja bunda tahu bahwa itu hanyalah alasan kita semata?..karena mungkin saja yang sebenarnya adalah kita butuh uang untuk mentraktir atau menyenangkan pacar tersayang saja?
Dan ternyata bunda selalu saja menyayangi dan berusaha mempercayai kita.

Kutuliskan ini, untuk mengenang bahwa bunda adalah pembawa syurga buat anaknya, mungkin ini tak semua benar, tapi tak mustahil ini terjadi dan ada di dunia ini.
Bunda, .aku menyayangi bunda seperti aku menyayangi syurgaNYA.
Maafkan anakmu ya bunda.
Peluk cium anakmu selalu.

? I LOVE U MOM ?

Dilihat 205