bisikan

AURORA
Karya AURORA  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Agustus 2016
bisikan

Tetesan embun basahi setiap inci tanah indah warisan leluhur.

Tanah yang secara perlahan mendidik dan menumbuhkan deretan gigi para penguasa negeri ini.

Dinginnya malam mewarnai kisah baru tentang bisikan Tuhan lewat setiap ayat suci-Nya.

Dan dari jauh terlihat jelas, deretan lampu kecil yang masih saja setia memberi kesan nyaman di dalam lorong kecil yang dahulunya gelap.

 

Aku berjalan secara perlahan, melewati setiap tembok keterbatasan.

Berbekal ide yang selalu ku Tuhan-kan, secara perlahan tongkat bertinta melukis indah kisah hidup dan cinta yang liar.

Cinta yang tumbuh disekitaran hamparan tanah merah dan rumput liar, sesekali daun pun tak mau mengalah untuk mengambil alih tempatnya.

Mungkinkah pejuang tinta sepertiku masih bisa dikasihani oleh-Nya, sang pemilik hati Hamba-Nya yang lain.

 

Namun pertemuan jarum jam membisik ditelingaku, mencari tahu dimana sebenarnya pemilik hati yang masih saja terbaring lesuh.

Layaknya kaktus yang kesepian dan haus dihamparan padang pasir. Meraayu mesra air untuk dibuatnya besar.

Izinkanlah aku melewati setiap pintu untuk memulai cerita indah yang bertinta.

Tempatku haturkan salam dan doa untuk-Nya, agar kiranya mampu kesentuh mesrah hati yang jauh itu.

  • view 170