KAMU DAN DIAMKU

AURORA
Karya AURORA  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Maret 2016
KAMU DAN DIAMKU

Entah mengapa malam selalu punya rahasia untuk menjadi istimewa dimataku, ditemani dengan segelas kopi hitam diantara tumpukan buku imajinasi dan ideku seakan melayang tanpa mengisyaratkan datangnya. Hingga pikiran ini kembali tertuju kepadanya, Yah, Si gadis berhijab yang sempat aku ceritakan dulu. Tak dapat dipungkiri senyuman indahnya saat melangkah diatas pesir seperti memberi melukiskan dunia baru, perlahan saya memandangi laptop yang keyboarnya ingin sekali dijamah dengan mesra. Kali ini saya buatkan sedikit bernostalgia dengan perasaan, mungkin jauh bahkan tak dianggap namun tak apalah. Toh, seni ga pernah salah.:D (bisikku dalam hati).

Kesendirian, setiap orang mempunyai cerita tersendiri tentang kata ini. Namun tidak denganku yang disaat sendiri selalu ada nama yang dieja, selalu ada bayang yang melintas merasuki pikiran terdalam. Namun pernahkah kalian merasakan bagaimana mencintai dalam diam.? Memendam rasa yang begitu dalam, namun sulit untuk diungkapkan karena satu hal yang menurutmu penting.

Ini bukan pertama kali rasa rindu hadir dan membawa setetes harapan untuk dapat bertemu, terlalu hangatnya hingga dingin malam ini seakan malu menunjukkan sifat aslinya. Biarlah rindu ini menghujam qolbuku, biarkan sepi menyelimuti malam nan gelap ini. Mungkin perih, layaknya selimut indah yang didalamnya terselit pedang yang siap menerkam isi dalam kulitku namun saya yakin kerinduaan dalam sepi ini menyimpan ridho sang Ilahi atas rasa ini untukmu.

Aku hanya mampu diam dalam malam, memandangi inci kopi dalam gelas bening, yang masih saja setia menemaniku melewati malam yang panjang ini. Andai kau tau, aku diam dalam kepeduliaan, aku diam dalam pikiran, aku diam dalam berharap, dan aku masih saja terdiam dalam merindu yang kesemuanya, engkaulah tujuannya.

Dan andai kau tahu aku mencintaimu, dalam tatapan kosong ketika engkau melangkah tepat dihadapankmu, ketika senyum indahmu tertuju? kepada orang lain yang tepat dibelakangku, dan ketika setiap kataku yang kau anggap perhatian.

Wahai engkau yang masih saja bertanya untuk siapa tulisan ini sebenarnya, inilah caraku mengabadikanmu, caraku agar tak pernah lupa akan dirimu, untuk engkau yang hanya mampu aku cintai lewat tulisan-tulisan. Seakan inderaku semua telah menjadi milikmu. Dipelupuk mata ini selalu merefleksikan dirimu, untuk berusaha mengantarkan cinta kepadamu, mencoba membuang diam dan melangkah dalam nyata. Namun aku masih saja tak mampu.

Andai saja kau tahu, Aku mencintaimu. Dalam diamku, dalam sepiku dan dalam setiap bait doa yang kupanjatkan seraya menyembah diri-Nya yang Maha satu.

Inilah aku yang mencintaimu,? dan aku merasa nyaman dengan kesendirian, aku tak terlalu memusingkan diriku jika aku berbeda dari orang lain dalam hal mencinta.

?

Salam untukmu

?

Pengagummu