AKU DAN SEDERET SENJA

Noval Harwin
Karya Noval Harwin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Januari 2016
AKU DAN SEDERET SENJA

Aku menyebutnya dengan surga. Benar saja aju selalu terlena dengan suasana senja. Senja yang dengan murah hati menyediakan seribu cara untuk merenung dan berfikir tentang apa yang akan aku hadapi baik setelah ini ataupun esok.

Semuanya ada dan tak perlu mahal membayarnya. Cukup aku, segelas kopi dan sebuah refleksi akhir tahun lalu. Apa yang sudah ku capai dan apa yang akan aku tunggu untuk terselesaikan. Semacam tumpukan berkas yang biasa kulihat di meja kerja hanya saja dengan kondisi yang berbeda.

Aku suka dengan ini semua. Tanpa paksaan pun aku otomatis suka. Renungan demi renungan mulai ku lakukan. Aku sadar saja aku penuh kurang, tapi ini semua seakan melengkapi semua kekuranganku.

Aku sedikit menyinggungnya. Sosok yang selalu hadir dalam sebuah perenungan. Dia dengan setia duduk manis di pojok bangku. Dengan lampu temaram sekilas hanya terlihat samar-samar tapi aku yakin dia sabar duduk. Sama dengan yang aku lakukan. Menghitung hutang dan yang akan dia hutangkan.

Dan sekali lagi, senja itu selalu bisa membawa semuanya. Ya.. aku bilang semuanya. Apa itu sakit, apa itu senang. Apa itu arti sebuah kebersamaan. Semua tertuang disini bak seduhan kopi dengan sedikit gula seperti yang biasa ku nikmati di senja-senja yang lalu.

Tiada manusia yang bisa memilih untuk dilahirkan dari rahim ibu mana yang ia suka atau dari keluarga yang mana dan dengan kondisi keluarga yang bagaimana. Tapi itu baik-baik saja, aku tetap bisa suka dan bersyukur dengan sebuah keadaan. Ya... aku bersyukur ada dan menjadi bagian dari senja-senja yang biasa ku nikmati. Di tanah yang selalu menyediakan banyak tempat untuk ku berlari atau hanya sekedar bermain-main. Hingga sang mentari tenggelam baru aku berdiri dan melangkah pergi. Pergi bersama senja yang telah pudar dan kembali menunggu senja untuk esok hari

Selamat beristirahat untuk tahun ini. Tahun depan kita kerja lagi. Menatap setumpuk problema yang seakan mengantre untuk di selesaikan dengan senyuman dan ketenangan. Selamat menikmati senja...

  • view 125