Selembar Kertas, Sebuah Pena

Selembar Kertas, Sebuah Pena Selembar Kertas, Sebuah Pena

Ah.. betapa lama aku tak memainkan kata-kata. Hingga jariku terasa kaku saat mulai merangkaikan huruf-hurufnya. Bibirku tersimpul mengikuti irama jantungku yang berdegup kencang, degupnya begitu kencang melepas rangkaian kata-kata yang lama tertahan. Mereka meloncat kegirangan karena tuannya mengizinkannya terlihat (lagi) oleh dunia luar.

Aku rindu merangkai kata-kata. Walaupun tak seindah rangkaian ahlinya, walaupun tak serapi susunan tuan perangkai kata. Karena begitu banyak kata-kata yang hanya ku simpan saja untuk diriku sendiri. Ya, kadang aku memilih untuk menyimpannya saja untukku sendiri. Tak mampu ku sampaikan dan hanya tertahan dalam hati. Tentang cinta, tentang rindu, tentang benci, tentang bimbang, tentang kesederhanaan yang ada di dunia. Tentang apapun yang hanya terhenti di hatiku. Kadang terasa sesak hingga hanya air mata yang mampu membawanya pergi. Tanpa mampu ku lepaskan sendiri.

Teringat masa lalu, yang selalu berteman dengan selembar kertas dan sebuah pena. Selembar kertas yang jika sudah penuh terisi oleh coretan penanya, mampu membuat sesak yang tak tertahan telah hilang. Begitu ajaib temanku itu. Mampu menghilangkan kesedihan, menyembuhkan kerinduan, menyimpan cinta dan menyaksikan kesederhanaan dunia. Dunia di masa muda yang menyimpan banyak cerita. Masa menyenangkan itu aku ditemani oleh mereka.

Dan tentunya dunia tak mengizinkan kita berhenti di satu fase kehidupan saja. Dunia terus berjalan dengan atau tanpa kita sadari. Fase kehidupan yang lain menunggu kita di depan sana. Mungkin karena tak banyak yang ku persiapkan untuk menyambutnya, aku sedikit kewalahan menghadapi cepatnya dunia berjalan. Kadang aku merasa lelah dan sesak. Tak ada pelangi di sini, tak ada hujan yang menyegarkan lagi, tak ada senja yang indah lagi. Kurasa aku melupakan teman lamaku. Selembar kertas dan sebuah pena. Mereka akan menemaniku dalam segala suasana. Hingga akan membantuku menemukan kambali pelangi yang indah lagi di hatiku. Hingga tak ada lagi sesak dan lelah..

Ya, sesederhana itulah rangkaian kata-kata bekerja. Paling tidak untukku dan untuk orang-orang sepertiku. Membuatku merasa nyaman. Meringankan beban dan sesak di hatiku. Kuharap mereka mau berteman kembali denganku :)

cahya ginta

Selembar Kertas, Sebuah Pena

Karya cahya ginta Kategori Catatan Harian dipublikasikan 07 Februari 2017
Ringkasan
Kerinduan merangkai kata-kata Pada Selembar kertas, yang membuatnya penuh coretan pena.
Dilihat 32 Kali