Bersyukur?

Cut Winda Afrionita
Karya Cut Winda Afrionita Kategori Inspiratif
dipublikasikan 01 Maret 2016
Bersyukur?

"Aku salah nih di badan ini. Seharusnya aku seorang perempuan bukan laki-laki seperti ini."

......................

"Baru semester 3 sudah pusing nih. Ini karena Mama maksain aku buat jurusan ini."

......................

"Mama, makan apa ini? Aku kan gak suka."

......................

Berapa banyak lagi keluhan kita tentang hidup. Kurang ini, kurang itu. Tidak cocok ini, tidak cocok itu. Tidak mau ini, tidak mau itu. Sebenarnya apa yang kita cari untuk hidup ini?

Saya. Seorang anak yang merasa lahir tidak pada badannya. Secara psikologis saya merasakan bahwa saya adalah seseorang yang layak di tubuh seorang perempuan. Namun, mengapa di tubuh laki-laki??

Saya seseorang yang menginginkan kuliah di jurusan arsitektur. Namun, karena Mama menginginkan aku menjadi seorang apoteker layaknya Papa, maka aku terdampar di dunia obat-obatan yang sama sekali tidak aku sukai.

Aku? Aku suka semua jenis makanan. Hanya ada beberapa saja pengecualiannya. Itu semua sudah diketahui oleh orang-orang yang ada disekitarku. Termasuk mama. Namun, mengapa Mama masak makanan yang tidak aku sukai hari ini?

Itulah mungkin alasan-alasan kita dan banyak lagi alasan lainnya. Namun, tahukah kita bahwa hal tersebut ada dampak positif dan negatif?

Dampak positifnya adalah kita bisa saja mendapatkan apa yang kita inginkan. Selesai dan cukup.

Sedangkan dampak negatifnya? Mungkin banyak. Salah satunya adalah konsep bersyukur. Apakah kita tidak cukup bersyukur dengan apa yang telah kita peroleh.

Banyak di antara anak-anak yang masih di dalam janin bahkan mungkin baru menghirup udara sebentar di dunia sudah dibuang bahkan mereka harus kembali lagi menghadap Sang Ilahi. Banyak juga anak-anak yang ada di sekitar kita buat makan saja susah apalagi buat sekolah hingga menjadi seorang apoteker. Banyak juga anak yang makan hari ini belum tentu besok atau 2 hari lagi akan makan. Maka mengapa kita terlalu menuntut untuk menjadi apa yang kita mau? Bukankah semua sudah sesuai kadar diberikan agar kita bersyukur atas apa yang sudah diberikan?

Bukan tentang kita tidak boleh memberikan pendapat atau memilih apa yang kita inginkan. Hanya terkadang cara kita untuk menyikapi segala hal yang sudah ada pada kita tidak mencerminkan bahwa kita bersyukur terhadap apa yang sudah di karuniakan Sang Pencipta kehidupan.?

Maka, mari kita bersykur tentang apa yang telah kita miliki dan apa yang sudah dikaruniakan Sang Pencipta sekalipun itu hal yang tidak kita sukai. Bukan tidak boleh meminta apa yang kita inginkan, namun bersyukurlah selagi kita mampu.

  • view 137