Valentine-ku? Valentine-mu? Atau Valentine siapa?

Cut Winda Afrionita
Karya Cut Winda Afrionita Kategori Inspiratif
dipublikasikan 11 Februari 2016
Valentine-ku? Valentine-mu? Atau Valentine siapa?

Beberapa hari lagi menjelang hari kasih sayang yang umum dikenal dengan hari valentine ini sudah banyak orang-orang yang mempersiapkan hari kasih sayang tersebut. Salah satunya pemain film Tomorrowland, George Clooney sudah mempersiapkan perayaan tersebut untuk sang diberikan kepada sang istri, Amal di tanggal 14 Februari 2016 nanti. (dikutip dari http://celebrity.okezone.com/read/2016/02/02/33/1303325/persiapan-george-clooney-sambut-hari-valentine)

Namun, di satu sisi saya sebagai seseorang yang beragama Muslim menjadi takut dikarenakan banyak desas-desus bahwa haram bagi kaum Muslim merayakan hari Valentine. Jadi bagaimana dong? Bolehkah atau tidak kah? Jadi siapa yang boleh jika umat Muslim tidak diperbolehkan.

Sebelum meyatakan kebolehan atau tidaknya bagi umat Muslim, mari kita kembali ke sejarah munculnya hari valentine ini. Bermula dari sebuah gereja katolik mengakui ada 3 santo atau orang suci bernama Valentine atau Valentinus yang ketiganya adalah martir. Ketiga pria dari masa 200-an masehi tersebut tewas secara mengenaskan. Salah satu kisah menyebut, alkisah Kaisar Romawi Claudius II melarang para tentara muda menikah, agar mereka tak 'melempem' di medan tempur. (dikutip dari http://news.liputan6.com/read/2175676/14-februari-sejarah-kelam-hari-valentine)

Namun,Uskup Valentine melanggar perintah itu dan menikahkan salah satu pasangan secara diam-diam. Ia dieksekusi mati saat sang penguasa mengetahui pernikahan rahasia itu. Saat ia dipenjara, legenda menyebut bahwa pria asal Genoa itu lantas jatuh cinta dengan putri orang yang memenjarakannya. Sebelum dieksekusi secara sadis, ia membuat surat cinta pada sang kekasih yang ditutup dengan kata,?'Dari Valentine-mu'.?

Valentine yang lain adalah seorang pemuka agama di Kekaisaran Romawi yang membantu orang-orang Kristen yang dianiaya pada masa pemerintahan Claudius II. Saat dipenjara, ia mengembalikan penglihatan seorang gadis yang buta yang kemudian jatuh cinta padanya. Valentine yang itu dieksekusi penggal pada 14 Februari.

Yang ketiga adalah uskup yang saleh dari Terni, yang juga disiksa dan diekselusi selama pemerintahan Claudius II, juga tanggal 14 Februari di tahun yang berbeda.

Lepas dari legenda, keterkaitan Santo Valentine dan cinta baru muncul lama kemudian. Dalam puisi Geoffrey Chaucer, penyair Inggris dan penulis buku terkenal, 'The Canterbury Tales'.? Demikian menurut Andy Kelly, seorang ahli bahasa Inggris? dari University of California, Los Angeles, yang menulis buku?'Chaucer dan Cult of St Valentine'. Chaucer, menulis sebuah puisi berjudul?Parliament of Fowls?(1382), untuk merayakan pertunangan Raja Richard II. Dalam puisi itu, Hari Valentine dirayakan pada 3 Mei, bukan 14 Februari . "Itu adalah hari di mana semua burung memilih pasangannya dalam setahun," kata Kelly. "Tak lama setelahnya, dalam satu generasi, orang-orang mengambil ide untuk merayakan Valentine sebagai hari kasih sayang." Pada tahun 496, Paus Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai Hari Santo Valentine.

Melihat kembali pada sejarah permulaannya, hari valentine dilakukan oleh umat nasrani dan diperingati selalu oleh mereka setiap tahunnya. Maka, pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana dengan kita sebagai umat Muslim? Apakah tidak boleh melakukan perayaan tersebut?

Dari Ibnu ?Umar, Nabi?shallallahu ?alaihi wa sallam?bersabda,

???? ????????? ???????? ?????? ????????

?Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.? (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Syaikhul Islam dalam Iqtidho? 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini?jayyid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini?shahih?sebagaimana dalam Irwa?ul Gholil no. 1269)

Mengapa hadits ini muncul? Ini dikarenakan kebanyakan dari umat Muslim mengikuti umat nasrani dalam hal-hal lahiriah seperti salah satunya perayaan hari valentine. Umat Muslim tidak dianjurkan untuk meniru dan mengikuti gaya orang kafir (tasyabbuh). Hal-hal ini tidak dianjurkan dalam Islam.

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa dari ?Amr bin Syu?aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah?shallallahu ?alaihi wa sallam?bersabda,

?????? ?????? ???? ????????? ???????????

?Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami? (HR. Tirmidzi no. 2695. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini?hasan).

Perkara ini menjadi perdebatan setiap kali mendekati hari perayaan ini. Terutama bagi umat Muslim. Umat Muslim tidak diperbolehkan untuk mengikuti gaya umat nasrani. Maka, sebagai umat Muslim hendaklah melihat kembali kepada ajaran Islam bahwa tidak diperbolehkannya merayakan hari valentine.

Saya setuju bahwa perayaan valentine tidak diperbolehkan bagi umat Muslim. Karena sudah jelas sekali dalam hadits yang tertera. Selain itu, Islam adalah agama yang tidak menyatakan bahwa kasih sayang hanya dirayakan pada satu hari. Namun, Islam menganjurkan untuk selalu menebarkan kasih sayang disetiap hari yang kita miliki.

?Tidak beriman seorang muslim itu sehingga dia mencintai saudaranya sepertimana dia mencintai buat dirinya" (Hadis Riwayat al-Bukhari)

Islam juga mengajarkan untuk mengasihi sesama Muslim. Tidak hanya kepada pasangan, namun kepada seluruh umat Muslim. Secara logika, apabila umat Muslim hanya merayakan satu kali hari kasih sayang, maka sisa 364 hari dalam satu tahunnya apakah waktu untuk saling bermusuhan dan menebar kebencian?

Jika dipikirkan secara logika, khususnya bagi para perempuan, apakah mau hanya diberikan cokelat, bunga kata-kata super romantis dan hadiah lainnya hanya satu hari dihari kasih sayang? Saya tidak akan mau. Karena sebagai perempuan saya mengingnkan kasih sayang disetiap harinya. Begitu juga sebaliknya bagi laki-laki, apakah mau hanya diberikan hal serupa hanya satu hari? Mungkin jawabannya akan sama dengan pendapat yang saya miliki.

Namun, kembali lagi. Perayaan tersebut tidaklah masalah apabila dilakukan bagi kaum nasrani yang sudah meyakini sejak beribu tahun yang lalu dengan sejarah yang telah mereka ukir. Maka, jika ada perdebatan tentang hari kasih sayang tersebut? Maka ucapkanlah bahwa hal tersebut adalah bentuk perayaan kaum nasrani.

Maka bagimu umat Muslim apakah masih mau menutup mata, telinga, dan hati ketika sebuah kebenaran telah disampaikan?

Katakanlah: Hai orang-orang kafir?. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (QS. AL-Kafirun, 1-6)

Biarkan mereka (umat Nasrani) merayakan hari kasih sayang yang sudah mereka yakini sejak dahulu tanpa kita ganggu. Biarkan mereka merayakan valentinenya. CUkup dengan tidak mengganggu dan tidak mengikuti adalah bentuk kita untuk menghargai mereka dengan keyakinan yang dimiliki serta menjadikan kita sebagai umat Muslim yang taat akan perintah Islam. Jika pertanyaan muncul mengapa kita sebagai umat Muslim tidak merayakannya? Maka katakanlah sesungguhnya valentine itu adalah valentine-mu (umat Nasrani), bukan valentine-ku (umat Muslim)

  • view 258