Menjadi Seorang Tante

Cut Winda Afrionita
Karya Cut Winda Afrionita Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 April 2016
Menjadi Seorang Tante

Menjadi seorang tante? Siapa takut. Seorang tante yang ketika dahulu dipikiranku adalah sosok tua yang tidak lagi menyenangkan dan menjadi penghambat setiap gerak-gerikku. Setelah hampir 7 tahun menjalani proses tersebut, aku banyak belajar.

Memiliki keponakan yang jauh dan hanya dapat berkomunikasi melalui telepon atau sosial media sangatlah membantu mengurangi rasa rindu dan kekesalan terhadap jarak yang seringkali menjadi pembatas antara kita.

Namun kali ini berbeda. Dua dari mereka sudah berada dalam satu rumah. Lebih tepatnya sementara ini aku harus tinggal dirumah orangtua mereka karena pekerjaan. 

Menjadi seorang tante, aku akan menjadi sosok yang sedikit banyaknya akan berpengaruh terhadap perkembangan kejiwaan mereka. 

Bisa saja mereka meniru aku makan sambil berdiri. Namun aku tak mau sehingga aku makan duduk.

Bisa saja mereka meminta sesuatu tanpa kata tolong. Namun aku tak mau sehingga aku selalu meminta dengan kata tolong kepada mereka.

Bisa saja mereka menjadi seorang yang tidak tahu akan kesalahan mereka dan membuat orang lain menjadi tersalahkan. Namun, aku tak mau dan selalu meminta maaf ketika salah dalam perbuatan.

Bisa saja..

Mereka adalah bagaimana cara kita mendidik secara langsung dan tidak langsung. 

Setelah dinobatkan menjadi seorang tante di tahun 2009 lalu, siapa generasi berikutnya yang akan mendaftarkan diri sebagai calon keponakan?

  • view 155