How Does It Feels To Be Twins

Florencia Kristina Indah
Karya Florencia Kristina Indah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 17 April 2017
How Does It Feels To Be Twins

Chapter 1

Vandy dan Vander , ya itulah nama mereka berdua. Si kembar yang memiliki sifat bertolak belakang. Pada dasarnya mereka anak konglomerat yang baik, ramah dan supel,bahkan di tempat kuliahnya ia sering mentraktir teman dekatnya untuk makan bersama, hanya saja sifat dan karakter mereka yang membuat perbedaan. Vandy sang kakak memiliki karakter yang tidak bisa diam dan suka keramaian, ia memiliki kebiasaan buruk yaitu pergi ke Night Club.

Meskipun demikian, Vandy adalah anak cowok yang tidak mudah dihasut teman-teman sekitarnya untuk menggunakan barang-barang terlarang seperti narkoba dan rokok. Benda-benda seperti itu sangat haram dan dan dijauhinya. Minuman keras yang sering ia minum pun tidak pernah sampai membuat nya mabuk, ia meminum minuman keras dalam batas yang masih wajar. Sedangkan kembarannya, si Vander memiliki karakter yang sangat bertolak belakang. Vander lebih menyukai keadaan yang hening agar ia lebih leluasa membaca buku-buku kesukaannya. Ya , memang Vander seorang kutu buku , tetapi sifat kutu buku itu membuat ia sering mendapat penghargaan dalam bidang studi ditempat kuliahnya.

Kedua orang tua mereka adalah pembisnis, sehingga sebagian besar waktunya berada diluar rumah. Vandy dan Vander sudah biasa ditinggal dirumah tanpa kedua orang tua nya sejak masih kecil. Sebulan mungkin hanya 1 kali mereka bertemu orang tuanya, itupun jika kedua orang tua mereka tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya.

*Siang Hari sepulang kuliah*

"Vandy, makan yuk , mbok Sri masak makanan kesukaan lu tuh" kata Vander.

"masa sih ? Ayam goreng gitu ? , assiikkk...yuk makan" lanjut Vandy.

Mereka berdua makan dengan lahapnya. Vander agak sedikit aneh dengan Vandy hari itu. Tidak seperti biasanya ia mau diajak makan dirumah, setiap hari biasanya Vandy makan diluar dengan teman-temannya.

"Kak Vandy, tumben mau makan makanan rumah, biasanya buang duit di restoran lain." celetuk Vander.

"Hmm...sebenarnya duit jajan gua masih ada , cuma gua lagi pengen nabung buat beli motor baru yang kayak di iklan itu loh ,haha" jawab Vandy.

"Oalah, emang motor lu yang lama rusak ? perasaan masih bagus" sahut Vander

"Masih bagus koq, cuma tetep nanti gua jual buat nambahin duit supaya bisa beli yang baru"

"ckckck, Vandy, Hedonisme.....belajar hematlah , siapa tahu kamu nanti mau langsung married sesudah wisuda, hayoo..."

"Gilaaaaakkk, udah kepikiran nikah aja lu" kata Vandy sambil menyelesaikan makannya.

Sesudah mereka makan bersama, Vandy dan Vander menuju kamar tidur yang dihias berbagai macam pernak-pernik berbau bola kaki. Memang mereka memiliki hobi yang sama yaitu bola kaki, tetapi hanya sekedar hobi.

Dikamar saat itu Vander kembali mengotak-atik laptopnya sambil membuka internet untuk mencari tugas kuliahnya, sedangkan Vandy lebih senang bermain HP sambil tiduran. Lucunya, walaupun Vandy dan Vander memiliki sifat dan karakter yang bertolak belakang, mereka tidak pernah bertengkar satu sama lain, malah mereka terkadang mengerjakan sesuatu atau menyelesaikan masalah bersama. Mereka juga saling menganggap kembaran mereka adalah teman sehingga mereka tidak lagi canggung untuk bercerita mengenai masalah pribadi seperti masalah percintaan.

  • view 36