JODOH by FAHD PAHDEPIE

Bunga Asih Pratiwi
Karya Bunga Asih Pratiwi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 27 Desember 2017
JODOH by FAHD PAHDEPIE

 
 
 
Novel "Jodoh" menceritakan tentang Sena lelaki kecil dengan rambut klimis, yang terlalu muda untuk jatuh cinta kepada seorang teman sekelasnya bernama Keara sejak dari kelas 1 SD saat berusia enam setengah atau tujuh tahunan. Cinta yang terlalu sederhana, dari sejak SD berkembang hingga mereka kuliah. Cinta yang sederhana itu mulai terjalin saat mereka berdua sama-sama melanjutkan sekolah di pesantren yang sama di Garut, yaitu di pondok Darul Arqam. Mencoba komunikasi ditengah ketatnya peraturan di pesantren, mulai dari menyapa di gerbang pondok, hingga mulai ikut tradisi surat menyurat secara diam-diam. Dan, dimulai dari surat tanggal 20 bulan April tahun 2000, Sena dengan berani dan sedikit ragu untuk mencoba menggambar wajah Keara dan menuliskan beberapa baris puisi dengan nama Keara tercetak didalamnya yang tertulis sebuah kata : Aku cinta kamu...
 
Dari surat tersebut, kisah asmara mereka dimulai ditengah status mereka yang saat itu menjadi  santriwan dan santriwati. Banyak sekali masalah yang muncul setelah gosip hubungan asmara mereka terdengar seantero pondok. Salah satunya adalah Keara dipanggil Ibu Pembina dan diputuskan bahwa orang tua Keara akan dipanggil dan Keara diskors selama 1 minggu. Dan saat itu Keara langsung terjatuh tak sadarkan diri karena tak bisa mengendalikan dirinya. 
Hingga akhirnya mereka tumbuh dewasa, Sena melanjutkan kuliah di Jogja dan Keara tetap melanjutkan kuliahnya di Bandung. Sena yang masih bertanya-tanya tentang Jodoh itu apa? Apakah Keara Jodohnya? sedikit memikirkan masa depan mereka untuk merencanakan menikah dengan Keara. 
Masalah lain muncul saat Keara divonis mengidap penyakit Spinal Muscular Atrophy yang menyebabkan Keara bisa lumpuh kapan saja dan dokter memvonis bahwa usia Keara hanya bisa bertaham sampai 23 tahun. Dan di sinilah kekuatan cinta Sena diuji. Bagaimana Sena yang dengan teguh pada pendirian untuk ingin tetap menikahi Keara.
 
 "Keara, aku tak tahu apakah keputusanku untuk menikahimu adalah keputusan terbaik yang kubuat? Aku tak tahu. Apakah semua ini benar belaka? Aku tak tahu. Tapi, aku tahu siapapun kamu, seperti apapun kamu, akan jadi apapun kamu, aku akan selalu mencintaimu. Dan, meski suatu hari kamu tak lagi punya rambut atau alis, atau jika aku harus selalu memapahmh ke mana pun kamu pergi, atau jika aku harus membersihkan sisa-sisa makanan dan tempat tidurmu setiap hari, atau jika aku harus membopong tubuhmu ke kamar mandi setiap hari, aku akan tetap mencintaimu. Aku akan selalu mencintaimu. Aku ingin kamu tahu itu ..."
 
                                Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
                               Dengan kata yang tak sempat diucapkan
                               Kayu kepada api yang menjadikannya abu
                               Aku ingin mencintaimu dengan sederhana; 
                              Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
                              Awan kepada hujan yang menjadikannya abu
                                                                                               -Sapardi Djoko Damono, "Aku Ingin", Hujan Bulan Juni, 2015.-
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Akhir Cerita Bahagia
"Jangan membuat cerita yang sama"! Katamu.
"Kalau begitu aku akan menulis cerita yang lebih indah dari itu" Kataku. ...Aku akan menuliskan kisah kita, Semoga kita punya akhir cerita yang bahagia, batinku.
Cinta Pertama
Cinta pertamaku, menggasing di lesung pipitmu, sepasang remaja berkejaran di taman bunga kenangan.
Keara, Cinta pertamaku, tersesat di lugu matamu.
Tapi, Key, aku tak ingin mencintaimu dengan alasan yang rumit. Biarlah ia sederhana dan apa adanya, seperti sepasang remaja yang mengejar kupu-kupu bersayap biru, di taman kenangan. 
Pengarang Amatiran
"Aku hanya ingin menulis," ujarku. "Menyenangkan saja rasanya jika banyak orang membaca kisah-kisahku."
"Kalau kamu bisa menuliskan sesuatu yang rumit menjadi sederhana dan enak dibaca, itu keren banget!"
Kisah Kecil dari Cinta Masa Kecil
Keara, aku ingin kembali mengajakmu ke hari saat kita kali pertama bertemu. Hari pertama kita bersekolah di SD Pembangunan I.
Selama ini aku selalu mengaku jatuh cinta kepadamu sejak SD kelas enam atau SMP kelas satu. Tentu saja aku berbohong tentang itu: cerita sebenarnya adalah aku jatuh cinta kepadamu sejak SD kelas satu! 
Ah, mungkin takdir sudah bekerja sejak lama untuk isah kita. Tertulis dibuku takdir. Maktub.
Sepanjang dua mata pelajaran pertama, berhitung dan membaca, aku mencuri-curi waktu agar bisa memandangmu. Kamu terlihat sibuk mencatat dan mendengarkan. Sementara, aku lebih senang berpura-pura melihat sekeliling atau berpura-pura memperhatikan seseorang di bangku sebelahmu---sambill sesekali mengubah fokus lensa mataku ke objek yang lebih dekat dari tempat dudukku: kamu. 
........
Sebenarnya kamu sudah tak lagi berada dalam orbitku. Kamu di luar jangkauan. Pergerakanmu terbaca sebagai unidentified (flying) object oleh radarku. Tapi, tiba-tiba kamu melakukan "pergerakan" di luar dugaan.
......
Tetapi, rupanya kisah kita belum selesai. Ada kisah lain yang harus kita lanjutkan. Sesuatu yang maktub, sesuatu sudah tertulis di buku nasib dan tak bisa kita tolak.
.... Tidak ada yang kebetulan didunia ini, pikirku. Masih ada waktu, batinku. Masih ada waktu. Dan, cinta masih menunggu.
Proyek Masa Depan
"Aku suka tulisanmu yang seperti ini, Sen! Mengalir. Kamu tidak muluk-muluk. Semuanya sederhana dan enak dibaca."
.... Aku punya sebuah rencana yang tampaknya akan kamu suka. "Ini proyek menulis jangka panjang, Key. Tentang kita berdua ... segala sesuatu di antara kita," jawabku.
Cerita Cinta dari Bilik Telepon 
 
"Halo ..." Suara lembutmu, suara paling indah di dunia itu, membuyarkan semua konsentrasiku. 
Kini, tahun-tahun berlalu setelah peristiwa itu, Key. Aku bersyukur kisah kita waktu itu tak mengenal Blackberry, tak teracuni internet dan televisi. Aku bersyukur cerita di antara kita begitu sederhana; sehingga kapan pun kita berusaha mengenangnya, segalanya selalu lebih dari cukup untuk membuat kita bahagia. 
Sudut Pandang Orang Kedua
Ya, kali ini aku harus pergi ke Jogja. Aku berkuliah dikota itu, sementara kamu di Bandung. Kita akan jadi sepasang kekasih yang terpaksa dipisahkan jarak. Kita akan belajar bersabar mengerjakan proyek masa depan kita masing-masing di dua tempat yang saling berjauhan.
Kita tahu "pacaran" tak pernah diajarkan dalam agama kita, Key, karena potensinya untuk membuat kita menjadi sepasang kekasih yang menyerah pada hasrat dan kelaminnya masing-masing. Tetapi, kita tetap melakukannya, atas nama cinta dan sayang yang tak bisa kita tahan. Sejauh ini barangkali kita bisa menjaga diri dan kesucian masing-masing, tetapi aku tahu suatu saat pertahanan kita akan runtuh juga. Hasrat manusia untuk saling memiliki dan memuaskan tak mungkin bisa selamanya kita bendung, bagaimanapun.  Dengan berbagai pertimbangan, aku memutuskan sebaiknya kita tidak di kota yang sama ketika kita sama-sama jatuh cinta secara berlebihan.
Key, kamu tahu mengapa aku menuliskan semua kisah kita dengan sudut pandang orang kedua, seperti sebuah surat? Aku ingin agar kapanpun kamu membacanya, kamu tahu bahwa aku menuliskan semuanya hanya buatmu.
           Pergi adalah melanjutkan kehidupan lain yang pelan-pelan meniadakan kehadiranku di sini, disampingmu. Tetapi, aku tidak akan sepenuhnya pergi, hanya tidak lagi menjadi bagian dari peristiwa-peristiwa yang kamu alami dalam hidup milikmu ...
           Bila aku pergi, kita berdua di dunia kita masing-masing. Aku hidup di duniaku, kamu hidup diduniamu. Tapi, percayalah, sebenarnya aku selalu bersama denganmu. Hanya mungkin kita tak melihat bulan yang sama dari balkon yang sama.
           Key, hidup harus terus diteruskan. Lingkaran waktu harus terus berputar. Dan, meski aku tak ingin pergi dan kamu tak ingin aku pergi, hidup sering kali harus dilanjutkan dengan cara yang tak kita inginkan.
 
Asmara dan Asrama
 
Keara, demi Hukum Newton I, II, III Newton; aku benar-benar mencintaimu!
PERASAANKU, SAMA DENGAN PERASAANMU.
 
Racun Rindu
Rindu barangkali semacam racun yang kita racik dari kesendirian kita yang sunyi, dari tempat yang jauh, dari hilangnya kesempatan untuk melihat senyum seseorang yang kita sayangi, dari pelukan yang lepas, dari ruang-ruang kosongdi antara jari-jemari, dari sebuah pesan yang terlambat masuk ke ponsel, dari percakapan yang tergesa-gesa, dari apa pun yang membuat kita nelangsa.
.... Ketika kamu dekat, aku menjadi lebih kuat. Ketika kamu jauh, kamu menjadi nada-nada minor yang menyusun simfoni indah dalam diriku. Ketika kamu berada disampingku, langkahku tegap menuju kebahagiaan. Ketika kamu tak berada di sampingku, aku berlari sekuat tenaga untuk menemukan jalan terdekat untuk menggenggam tanganmu kembali.
Adam dan Hawa yang Terjatuh dari Taman Surga
Perjalanan Mengalahkan Waktu
Lelaki Kecil yang Terlalu Muda untuk Jatuh Cinta
Sampai Jumpa di Stasiun Berikutnya
Janji
Mengejar Takdir
Membendung Bandung
Nasihat Sahabat
Cinta Platonik
Ketika Jari-Jari Bunga Terbuka
Rasa Bersalah
Only Love Can Hurt Like This
 Kenangan
Maktub
Cinta dan Keberanian
Menuju Masa Depan
Pengakuan
Aku dan Keraguan-Keraguan Itu
Sampai Kapan Aku Akan Mencintaimu?
Berjodoh
Penantian
Kau yang Mengutuhkan Aku
Pilihan
Buku Pertama
Mesin Waktu
Will You Marry Me?
Surat dari Keara
Yang Fana Adalah Waktu
Lima Cara untuk Menghentikan Waktu
Awal Cerita Bahagia
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
FYI : Buku ini, adalah buku milik orang yang pernah aku sayangi sepenuh hati sebelum terpatahkan karena sikapnya. Dan sampai sekarang belum aku kembalikan karena suatu hal lain, dan ya... pasti akan segera aku kembalikan ke pemiliknya.
Untukmu, pemilik buku "jodoh by Fahd Pahdepie" terimakasih sempat meminjamkan buku ini, buku yang berbulan-bulan tergeletak di meja belajarku, yang mulanya aku tak tertarik untuk membacanya, tapi karena kegabutanku yang teramat akhirnya aku memebaca buku ini. Setelah aku membacanya secara keseluruhan, I love this book. Dan, saat aku membaca isi cerita buku ini, disetiap kalimat yang tertulis, entah apa dan mengapa otakku secara otomatis mengarah kepadamu.
 
Dulu aku pernah mengira-ngira kamu adalah jodohku. Atas kejadian-kejadian, kebetulan-kebetulan, perbedaan dan kesamaan diantara kita yang begitu lucu dan aneh, bahkan tak masuk akal. Semoga Jodohmu Jodohku kelak merupakan "Jodoh" yang terbaik yang dikirim Allah untuk melengkapi dunia kita.
 
 

  • view 45