my daily activity #1

Bunga Asih Pratiwi
Karya Bunga Asih Pratiwi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 26 Desember 2017
my daily activity #1

 

Daily of My Activity

Jadi Saksi Papa Viko Melamar Mama Semmok Dengan Surat Ar-Rahman

 

25 Desember 2017

Jadi, tanggal 25 Desember aku memutuskan untuk pulang ke kota kelahiranku Jepara. Sebenarnya mau balik hari sabtu tanggal 23 Desember, tapi aku ada event di Solo, jadi kepulanganku ke Solo aku tinggal.

Senin, 25 Desember 2017 aku pulang ke Jepara naik bus pukul setengah 6 pagi. Ya, bus Solo-Semarang yang aku naiki berjalan cepat, dan tiada kemacetan dijalan, dalam hati mengucap alhamdulillah karena aku bisa segera sampai di rumah. Kemudian aku naik bus yang kedua, bus arah Semarang-Jepara dari terminal Terboyo Semarang pun itu melaju dengan cepat, yang biasanya jalannya lambat untuk mendapatkan banyak penumpang, kali ini bus yang aku tumpangi tidak demikian. Sesampainya aku di daerah Welahan, aku mendapatkan sebuah whatsapp messenger dari mama semmok. Who is mama semmok? Mama semmok adalah temen sejak dari masa SMA sampai sekarang. Nama aslinya adalah Safrida Nur Hasraeda. Cantik namanya, secantik hati dan parasnya. Next time, aku bakal ceritain safrida di next postingan aku nanti bareng temen-temen SMA ku yang lain deh ya.

Lanjut cerita yang tadi, mama semmok chat “Bung dirumah engga?” pas aku masih dalam perjalanan balik mau kerumah, yang saat itu posisi masih didalam bus. And then, dia to the point bilang kalau viko ngajak main. Oke, sedikit cerita mengenai viko ya. Viko atau papah viko adalah mantan pacar mamah semmok jaman kelas 2 SMA. Dia bernama lengkap Dear Vikra Maulana, namanya romantic ya, persis sama dengan kepribadiannya. Lanjut cerita, chat dan chat terus berjalan antara aku dengan mama semmok, yang intinya aku diajak main kerumah mama semmok dan nanti bakal dijemput viko. Aku mikirnya, yaudah kapan lagi kalau gak sekarang, yang notabene aku sama mama semmok yang paling lama gak pernah ketemu setelah masa SMA selesai diantara temen-temen CECIL lainnya (ochak, inggik, wincek, opa). Sampai akhirnya aku turun di jalan deket RS KARTINI JEPARA, tak lama kemudian bener-bener viko langsung jemput. Yap, after long years, gak pernah ketemu lagi setelah sekitar 4 tahunan, dia yang langsung menyambutku dengan mengucap salam, uhh...ademnya. HAHA. Sedikit deskripsi viko yang kemarin aku lihat, dari segi penampilan dia sekarang berkumis, berjenggot, dan memakai kacamata (ya dulu sih udah make, tapi jarang-jarang make dulu), dan gaya bicaranya masyaallah sekarang halus banget, nggak seslengean dulu. Sekarang viko jauh jauh jadi pribadi yang lebih baik dari viko yang kapan tahun lalu aku kenal.

Dimobil, saat jalan menuju rumah mama semmok, papa viki membuka pembicaraan mengenai kisahnya dengan mama semmok. Dia cerita sedikit banyak kisah cintanya dimasa lalu dengan mama semmok dan setelah dia pisah dengan mama semmok.

Jadi, sedikit cerita yang aku tahu tentang kisah asmara mereka adalah dimulai saat mereka duduk kelas 2 SMA. Mereka awalnya adalah teman SMP, yang notabene saling bodo amat waktu itu. Namun mereka malah mulai deket waktu jaman SMA yang dipisahkan jarak antara Jepara dan Kudus. Ya, saat itu, viko sedang mengenyam pendidikan di kota Kudus. Kisah asmara mereka yang waktu itu adalah LDR tidak berlangsung lama, sekitar 3 bulanan mereka mengakhiri untuk berpisah karena ada satu lain hal dari pihak viko yang memutuskan untuk mengakhirinya demi perempuan pilihannya yang lain. Selang setelah itu, antara papa viko dan mama semmok sedang asik dengan kisah cinta barunya masing-masing. Viko sudah beberapa kali menjalin cinta dengan perempuan lain. Namun berbeda dengan safrida, banyak sekali laki-laki yang lalu lalang mendekatinya hingga bertahun-tahun, tapi tiada yang bisa mencuri hatinya untuk menggantikan sosok Viko yang ia pacari sebelumnya. Hingga akhirnya Safrida punya tambatan hati yang baru yakni teman kuliahnya sendiri di UNSOED.

Kisah mereka ternyata sangat unik dan menginspirasi. Awal yang aku kagumi adalah, sosok viko yang dulunya bandel, pemain wanita, sekarang jauh lebih dewasa dan bahkan untuk urusan asmara dia pun sudah selangkah maju untuk serius. Baik antara viko dan safrida masing-masing sangat dekat dengan keluarga masing-masing. Kalau flashback perihal keluarga, waktu jaman      SMA safrida sempat dikenalkan viko ke keluarganya, mungkin saat awal bertemu mungkin kurang mendapat sambutan yang kurang hangat, namun pihak keluarga Viko malah sampai sekarang yang notebene sudah tidak ada ikatan/komitemen, tapi pihak keluarga  Viko masih sangat-sangat respect kepada safrida dan berharap safrida adalah calon menantu yang terbaik untuk anaknya, Viko. Yang aku kagumi lagi, viko memang sudah sangat-sangat dewasa dalam pemikirannya. Yang saat ini masih berusia 20 tahun, dia sudah mulai mempersiapkan masa depannya. Dia pun juga sudah memntapkan hatinya kepada satu perempuan yang bernama Safrida. Sumpah ya, mereka ini cocok banget. Hal lagi yang aku kaget adalah, dengn berani dia mengutarakan maksut baiknya kepada safrida bahwa dia ingin serius dengan safrida. Ingin menjadikan safrida sebagai teman hidupnya sampai dia tua sampai dia tak bernyawa. Namun, sayangnya itu tak semulus yang dibayangkan. Ya, safrida masih punya ikatan hubungan yang kita namai pacaran dengan teman kuliahnya, yang juga tidak bisa ditinggal begitu saja. Sebenarnya, mereka itu saling sayang satu sama lain, saling menyemangati satu sama lain dalam setiap kondisi, dan saling mendoakan satu sama lain disetiap akhir sholatnya.

Ya, semoga restu orang tua kalian, doa orang tua kalian, doa dari masing-masing diri kalian, kalian bisa dipersatukan Allah SWT dalam hal yang baik, ikatan hubungan yang sah dalam aturan hukum dan aturan agama, bahagia dunia akhirat. Dan kalau misal tidak demikian, aku percaya takdir Allah SWT akan jauh lebih indah dari ini semua. Semangat berjuang dan berusaha papa viko untuk menklukkan hati mama semmok

 

 

 

 

 

 

 

 

  • view 70