Me, vs Plastic Bags

Yudith Rachma Fadhil
Karya Yudith Rachma Fadhil Kategori Inspiratif
dipublikasikan 29 Februari 2016
Me, vs Plastic Bags

Sebenarnya saya menunggu-nunggu langkah selanjutnya dari pemerintah terkait kebijakan kantung plastik berbayar.
Saya pribadi mendukung gerakan tersebut. Bahkan, jauh sebelum kebijakan itu ada.
?
Bagaimana tidak, saya tinggal di Kota Depok yang kegiatan bank sampahnya sudah berlangsung sejak lamaaa. Dan dikelilingi oleh penggiat kreatif yang bersemangat untuk memberdayakan sampah. So, this idea is not a real fresh idea actually.
?
Kembali ke statement pertama. Pekan lalu saya dibuat melongo oleh stasiun-stasiun TV yang tampak secara serempak memberitakan kampanye sampah plastik. Pheewww. Beneran nih? Indonesia? Sejak kapan? *maafkan pesimistis yang terkandung dalam komentar barusan*
?
Dan beberapa hari kemudian grup whatsapp yang berisi teman-teman kreatif penggiat bank sampah yang saya sebutkan tadi langsung ramai dengan berbagai macam ide kreatif recycle. Untuk menggantikan fungsi kantung kresek putih di supermarket itu. We're sooo excited.
?
Lalu, setelahnya...kriik...kriiik....kriiik...
?
Kok, udah? Gitu aja? Mana kampanye dari para pecinta lingkungan? Mana liputan-liputan media tentang 'kreativitas masyarakat dalam mencari alternatif pengganti kantung plastik'? Maksud saya, this is it?
?
Lantas kapan Indonesia mau bebas sampah plastik? Padahal udah semangat banget mau mendukung. Kok adem ayem?
?
Intinya adalah, kalau memang serius menerapkan kantung plastik berbayar dengan harapan perbaikan lingkungan, pemerintah harus lebih serius menggalakkkan. Kampanye setiap hari. Kemudian menggaet LSM2 terkait untuk membantu sosialisasi serta edukasi masyarakatn hingga lapis terbawah. Lalu perlahan-lahan menggandeng perusahaan-perusahaan yang masih mengeluarkan produknya dalam bentuk kemasan plastik yang un-degradable itu. Pabrik2 plastik bagaimana nasib pekerjanya kalau omzet turun? Itu juga perlu difikirkan lho.
?
Pagi tadi, saya ke pasar tradisional dekat rumah. Beli seragam sekolah anak yang sudah kekecilan. Dan saya, beserta puluhan, bahkan mungkin ratusan (bila dihitung jumlah orang belanja dalam sehari) ibu2 dan bapak2 lainnya, pulang membawa tentengan belanjaan dalam kantung2 kresek berwarna hitam, tebal. Yang, saya yakin akan jauh lebih sulit terurai di alam dibandingkan plastik2 tipis berbayar ala minimarket dan supermarket yang sudah berlabel 'eco-friendly' itu....
?
And you know, those plastic bags are FOR FREE....

  • view 198