Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesehatan 19 Juli 2018   10:20 WIB
Artikel Kehamilan : Mood swing dan Hal Lain yang Perlu Di Waspadai Saat Hamil

Artikel kehamilan ini akan membahas tentang beberapa hal yang perlu di waspadai selama masa kehamilan. Kehamilan merupakan berkah bagi setiap pasangan, terutama wanita. Pada masa ini ada banyak sekali hal yang terjadi pada calon ibu. Baik positif, maupun negatif. Selain perubahan secara fisik, ada banyak juga ibu hamil yang mengalamai mood swing yang berlebihan, lho.

Apa penyebab Mood swing pada ibu hamil

Sebagian ibu hamil mengalami mood swing yang tak beraturan. Apa, sih, mood swing itu? Jadi mood swing adalah perubahan mood atau emosi secara berlebiha. Misal, di menit ini seorang ibu hamil bisa merasa sangat bahagia, namun belum juga  beranjak ke menit berikutnya, mood atau emosinya berubah, menjadi marah-marah atau sedih.  Sudah bukan rahasia lagi ya, kalau ibu hamil akan mengalami perubahan yang signifikan, terutama dalam perubahan fisik. Ini ternyata bisa menjadi salah satu penyebab perubahan emosi atau mood swing.

Bayangkan saja, wanita yang selalu ingin tampil cantik dengan tubuh yang proporsional, harus mengalami kenaikan berat badan. Efeknya, tubuh akan jadi lebih gemuk. Belum lagi dengan tumbuhnya jerawat diwajah dan kulit yang menjadi lebih kering atau kusam. Hal ini membuat mood wanita terjun bebas, lho.

Penyebab kedua adalah perubahan hormon pada masa kehamilan yang membuat emosi ibu hamil naik turun. Hal ini biasa terjadi diawal-awal kehamilan, sekitar pada minggu ke 6 hingga ke 10.  Tiga hormon utma yang diproduksi oleh tubuh saat hamil adalah HCG (Human Chorionic Gonadotropin), estrogen dan progesteron.

HCG ( human Chorionic gonadotropin) adalah hormon yang paling awal dibentuk oleh tubuh. Pada awal kehamilan, hormon ini deproduksi oleh placenta yang sedang berkembang. Tugasnya untuk memastikan bahwa indung telur akan memproduksi adik-adiknya, yakni hormon estrogen dan progesteron hingga saat plasenta sudah matang. Dan HCG mengambil tugas dari kedua hormon ini hingga kandungan berusia 3-4 bulan. Selama ini lah mood swing terjadi, tubuh mulai menyesuaikan diri dengan semua perubahan yang terjadi saat kehamilan, sedangkan didalam sana, ada estrogen dan progenteron yang bekerja ekstra keras untuk menjaga peredaran darah, perkembangan rahim, memastikan plasenta bekerja dengan baik untuk memasok asupan nutrisi pada janin.

Selain membuat perubahan emosi ibu hamil yang cukup drastis, hormon-hormon ini juga ternyata membuat tumpukan-tumpukan lemak di bawah kulit, perubahan warna kulit, hingga tumbuhnya jerawat di bagian tubuh.

Bahaya Mood Swing untuk kehamilan

Mood swing atau perubahan hormon secaradrastis ternyata tak baik jika dibiarkan. Karena dapat membahayan ibu hamil. Nah, beberapa bahaya mood swing bagi ibu hamil adalah :

  • Menimbulkan stress berlebih. Iya, ibu hamil harus bahagia, dan tak boleh stress. Stress yang berlebihan dapat membahayakan ibu dan janin lho.
  • Kurangnya nafsu makan. Saat hamil, ibu membutuhkan asuoan nutrisi yang cukup, bahkan dua kali lipat. Ingat, nutrisinya yang dua kali lipat ya, bukan porsinya. Makanan padat nutrisi harus dikonsumsi setiap hari. Seperti buah, sayur, susu, protein (seperti daging ayam, sapi, telur, ikan), dan kacang-kacangan. Sayangnya, ibu hamil yang sedang mengalami penurunan mood dapat pula mengurangi nafsu makan. Dan ini dapat mempengaruhi pertumbuhan janin.
  • Kurang Istirahat. Perubahan mood atau emosi nyatanya bisa membuat waktu istirahat ibu hamil terganggu. Seperti susah tidur atau insomnia. Hal ini sangat membahayakan kesehatan ibu hamil. Karena kan mengakibatkan stamina menurun, cepat lelah, tekanan darah menurun atau meningkat.

Apa Saja Yang perlu di Waspadai saat Kehamilan

Menghadapi masa kehamilan diperlukan persiapan, baik fisik maupun mental. Bagaimanapun juga, ini tak hanya menyangkut jiwa ibu, tapi juga janin yang ada didalam kandungan. Tentu setiap ibu menginginkan kesehatan dan keselamatan selama masa kehamilan hingga masa persalinan. Nah, untuk itu, ada beberapa kondisi yang wajib di waspadai saat hamil.

  1. Kekurangan asupan Nutrisi

Hal ini dapat terjadi jika ibu mengalami ngidam, hingga tak mau mengkonsumsi makanan dengan nutrisi lengkap. Biasanya ibu hamil yang mengalami ngidam hanya mau makan sesuatu yang di inginkannya saja. Padahal asupan gizi lengkap sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Selain itu, beberapa kandungan nutrisi penting, seperti asam folat, kalsium, zat besi, dan vitamin sangat berpengaruh bagi pembentukan otak janin lho. Perlu di ingat pula, bahwa sejak bayi dalam kandungan, sudah memasuki masa perkembangan emas atau golden age.

  1. Tekanan Darah tak stabil

Tekanan darah normal berada pada angka 110-130.  Kekurangan zat besi dan vitamin membuat tekanan darah menjadi rendah. Efeknya, ibu hamil akan mudah lelah dan pusing. Sebaliknya, tekanan darah yang terlalu tinggi pun memberikan efek tak baik bagi ibu hamil.

  1. Demam dan Meriang

Demam merupakan salah satu indikasi bahwa tubuh sedang melakukan perlawanan. Saat ini, antibodi terbentuk untuk melawan penyakit yang masuk. Suhu tubuh normalnya adalah antara 35-37 drajat celsius. Nah, bila ibu hamil mengalami demam tinggi melebihi suhu normal, apalagi jika disertai dengan tubuh yang menggigil, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

  1. Tak ada gerakan janin

Janin mulai menunjukkan aktifitas gerakan pada usia kehamilan menginjak bulan ke empat. Saat ini ibu harus lebih jeli untuk menghitung gerakan bayi. Seirung dengan bertambahnya usia kehamilan, gelakan bayi akan lebih sering namun teratur, jika tiba-tiba ibu tak merasakan gerakan sama sekali, maka segera konsultasikan pada tenaga medis. Bisa bidan atau dokter spesias kandungan.

Kehamilan musti di iringi dengan kebahagiaan, juga kebahagiaan. Berbagai resiko kehamilan dapat dihindari dengan melakukan konsultasi pada bidan atau dokter spesialis kandungan secara berkala, minimal 4 kali selama masa kehamilan, yakni, sekalinpada trimester pertama, sekali, pada trimester kedua, dan 2 kali usia kehamilan menginjak usia 9 bulan. Akan lebih baik, jika dilakukan secara rutin setiap bulan, ya. agar kesehatan ibu dan janin terpantau dengan baik.

Karya : Fina Aulia