Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 18 Mei 2017   22:52 WIB
Maafkan aku

Maafkan aku semuanya, semua orang yang pernah aku kenal, orang tua, saudara, sahabat seperjuangan, teman bermain, tukang warung kopi, pengasuh pesantren, bapa ibu kos, pembimbing, orang yang baru kenal, semuanya. Maafkan aku yang selalu lancar melontarkan kata pahit, selalu bisa membuat luka dalam dada, maafkan aku yang tak peduli pada kewajiban, tidak taat pada aturan, selalu memanjakan keinginan pribadi tanpa tahu bahwa disana ada orang yang mengharapkanku lebih baik, orang tua, dan mungkin dia. 

Aku berusaha untuk bisa melihat kalian bahagia dengan sikapku, walau pastinya takan semua orang terpuaskan, namun aku selalu ingin menjadi lebih baik, untuk diriku, untuk Allah yang telah menjadikanku ada, untuk orang tua yang tak pernah lelah, selalu ada ketika yang lain tak ada. 

Jarang diri ini mengungkapkan "aku" dalam tulisannya namun kali ini aku ingin bercerita lewat aksara, karena mungkin sudah tak ada yang mau mendengar aku berbicara. Dunia yang semakin mendekati akhir zaman ini, akan selalu bertambah rusak, terus mendekati kehancuran, baik dalam pemerintahan, norma, dan kehidupan sosial. Walaupun akan selalu ada segolongan manusia yang mengerahkan seluruh tenaga untuk perbaikan, namun kehancuran umat manusia akan segera tiba, bukan karena invasi alien, hujan meteor, atau pun badai matahari, namun karena ulah tangan jahil sang manusia rakus dan tamak, terus mengekploitasi masyarakat walau sudah memiliki gudang emas, karena perilaku segelintir manusia yang menyesatkan jutaan manusia lain dengan teori dan retorikanya, karena manusia yang tidak tahan godaan syetan dan hawa nafsunya, karena manusia itu sendiri yang tak mau berpegang pada aturan yang telah Allah turunkan dalam kitabNya, selalu mengedepankan ego dan kesombongan atau mungkin ketakukan akan perut yang tak terisi makanan. Zaman tetap sama namun perilaku manusia yang mengalami perkembangan menjadikannya semakin rusak tak tahu arah dan tujuan dalam menjalani hidup.

Dimana kamu sekarang? Apa masih disibukan dengan jadwal anime yang keluar setiap minggu lalu menganalisis ceritanya selanjutnya mendalami tentang tokoh-tokohnya? Atau kamu sedang menghabiskan sisa-sisa film dalam laptop yang terus kau update tiap hari? Atau kau masih sibuk menaikan level permainan setiap harinya, upgrade setiap unsur yang ada didalamnya? Atau kau sibuk bekerja mencari kertas yang bertuliskan angka, lalu kau habiskan percuma lalu mencarinya lagi mati-matian? Atau kau sibuk mengunjungi tempat makanan, dan mencoba setiap menu satu persatu, mencari makanan yang berbeda tiap harinya memanjakan lidah sampai gigimu habis ditelan masa? Ataukah hanya sibuk berkeliling di dunia maya, membuka facebook lalu instagram lalu ke whatsapp, terus memeriksa cuitan twitter, atau membuka postingan line? Atau kau sedang sibuk dengan tugas perkuliahan lalu menutup mata akan kejadian yang ada di depan mata? Ataukah disibukan dengan cinta ala anak muda yang bahkan masih tak mengerti apa itu cinta, lalu seenaknya mengatakan aku cinta? Entahlah dimanapun dirimu ingatlah hidup ini tidak gratis, kau akan bertanggung jawab atas semua tindakan dan semua fasilitas yang ada pada dirimu, kelak nanti di hari pengadilan teradil yang diselenggarakan oleh yang Maha Adil.

Banyak yang tenggelam dalam kegelapan dan kesesatan namun tak tahu bahwa dirinya tenggelam, hanya tahu bahwa di tempat itu banyak orang, jadi tidak merasa takut, padahal kebenaran bukan bergantung pada jumlah orang tapi kesesuaiannya dengan kitab suci al Quran dan Hadist Rasulullah saw. Karena itulah pegangan yang sudah terjamin bila berpegang padanya tak akan tersesat, maka aku meminta maaf karena belum bisa ada dalam barisan orang yang melakukan perbaikan bagi dunia yang sudah sekarat ini.

Karya : Abdullah Gimnastiar