Dimana Aku Nanti?

Abdullah Gimnastiar
Karya Abdullah Gimnastiar Kategori Renungan
dipublikasikan 03 Mei 2017
Dimana Aku Nanti?

Sudah menjadi pengetahuan yang umum diantara kaum muslimin bahwa tempat tujuan akhir manusia, yang tak ada akhir setelahnya, adalah syurga dan neraka. Janji kenikmatan meraih semua yang diinginkan, tak ada sedih, letih, lelah, tak ada, hanya ada nyaman dan tentram diperuntukkan untuk mereka yang percaya dan berbuat kebajikan di alam dunia. Janji kesengsaraan, penyiksaan, dan penderitaan, hanya ada sakit, perih dan luka, duri pengisi perut lalu berminumkan nanah dan air panas diperuntukkan bagi mereka yang ingkar dan berbuat kerusakan di alam dunia.

Dimana kamu berada nanti? Setelah pengadilan panjang menentukan kedudukan manusia, lalu setiap orang di giring ke tempat menetapnya. Dimana kamu nanti? Ketika orang sholeh berseri-seri memasuki syurga milik Allah dan orang durjana diseret memasuki api yang menyala-nyala. Dimana tempat menetapmu nanti? Apakah tempat kenikmatan atau tempat kesengsaraan.

Lihatlah catatan kehidupanmu, dari mulai mengenal orang tua, lalu bisa berbicara, membaca dan berinteraksi dengan orang lain sampai sekarang ketika kenangan masa lalu sangat menghantui dan pandangan masa depan terlihat mencekam, ketika sudah mengetahui bahwa ini baik dan itu buruk lalu tak peduli ketika melakukan keburukan, dan acuh bahkan anti dengan kebaikan. Lihatlah, perhatikan lalu bandingkan, mana yang lebih besar, keburukan yang telah dilakukan atau kebaikan yang sudah dikerjakan?

Cukuplah kamu menghitung sendiri disini di dunia ini ketika nafas masih berhembus, cukuplah kamu melihat kelakuan sendiri di masa lampau, dan menentukan dimana pantasnya orang seperti ini ditempatkan, apakah syurga atau neraka. Jangan hanya berkeinginan lalu tak peduli dengan syarat yang harus dipenuhi untuk meraih keinginan itu.

Sebelum datang saatnya nanti, ketika suami tak peduli pada istri, ketika orang tua tak memperhatikan anaknya, ketika seseorang rela jika saudara, kerabat, pasangan dan semua orang di dunia ini disiksa asalkan dia selamat. Sekarang jantung masih melakukan fungsinya, marilah introspeksi diri dan berbenah, pantaskan diri ini agar pantas meraih syurgaNya, perbaiki terus diri ini dan bersihkan dari semua kehinaan maksiat dan kotoran dosa agar pantas selamat dari nerakaNya

  • view 222