Bumiku Datar Bagian 3

Abdullah Gimnastiar
Karya Abdullah Gimnastiar Kategori Renungan
dipublikasikan 20 April 2017
Bumiku Datar Bagian 3

Apa yang kita lakukan disini? dan kemana kita akan pergi? seakan bangun suatu hari hari lalu melihat pertunjukan kehidupan yang maha dahsyat. Tentu semua hal mempunyai awal dan sumber awal manusia bukan hasil evolusi panjang, tapi tercipta dari hasil kejeniusan dan kemaha besaran Tuhan. Dialah Allah tiada tuhan selainNya. Yang menciptakan menghidupkan dan mematikan manusia, lalu akan dibangkitkan dan dimintai pertanggungjawaban atas anugrah terbesar yaitu kehidupan.

Dalam ilmu pengetahuan modern tentang alam semesta dan proses terjadinya bumi juga makhluk yanh ada di dalamnya, tak terlepas dari khayalan para penggagas yang ingin menjauhkan manusia dari Allah, mereka mengatakan bahwa penciptaan hanyalah mitos dan orang yang berpegang pada agamanya adalah orang bodoh. Begitulah bila memahami ilmu tentang keberadaan kita dengan sains modern, evolusi, big bang, umur bumi 4 milyar tahun lebih, dan manusia tidak spesial hanya satu debu di atas debu angkasa. Padahal manusia adalah sebaik-baik makhluk ciptaan Allah dan para malaikat pun disuruh bersujud pada Adam. Tapi manusia bisa menjadi lebih hina dari iblis bila mengingkari adanya Sang Pencipta dan menganggap hidup bukan apa-apa.

Dengan pengetahuan yang sudah teruji di lapangan bahwa bumi datar dan ciptaan Tuhan yang maha esa, maka manusia yang ingin menggali ilmu tentang alam semesta akan lebih mendekati Tuhan bukan sebaliknya. Bila bumi bulat tentu permukaan air akan cembung dan tidak akan memantulkan bayangan di atasnya seperti pada gambar, bentuknya akan beda lagi bila permukaan air cembung.

  • view 48