Hologram

alivia sasa
Karya alivia sasa Kategori Puisi
dipublikasikan 07 Juli 2018
Hologram

- Puisi Goenawan Mohammad

 

Dari berkas cahaya yang mungkin tak ada,

kulihat kau: sebuah hologram,

srimpi tak berjejak, dari laser yang lelah dan lantai separuh ilusi.

Di lorong itu dinding-dinding kuning gading,

kebun basah hijau,

dan kau taburkan biru dari kainmu.

Bangsal kraton memelukmu.

Waktu itu sore jadi sedikit dingin karena tak putih lagi matahari.

Aku tahu kau tak akan menatapku.

Mimpi tiga dimensi akan cepat hilang,

juga sebaris kalimat yang kulihat di almari yang gelap:

“Aku tari terakhir yang diberikan, aku deja vu sebelum malam dari Selatan.”

Aku tahu kau tak akan menyentuhku.

Seperti pakis purba di taman itu kau tawarkan teduh, juga sedih.

Tapi aku merasa kau pegang tanganku,

seperti dalam kehidupan kita dahulu,

sebelum kau ingatkan bahwa aku juga mungkin pergi.

“Bukankah itu yang selamanya terjadi. Aku seperti waktu, karunia itu.”

 

 

2009

  • view 58