Hak Tuhan

alivia sasa
Karya alivia sasa Kategori Filsafat
dipublikasikan 02 Juli 2018
Hak Tuhan

Ia, selalu memiliki tempat yang ingin didatangi. Ia akan meluangkan waktu berkunjung. Untuk itu aku mencemaskanmu, hanya kamu. Aku sangat kuatir kau akan salah paham. Ibu kita memang dekat, sangat dekat. Tapi tidak bisa disentuh.

 

aku sangat ingin memeluk seseorang yang ingin memelukku

 

Untuk itu aku mengkhawatirkanmu, perangaimu, ucapanmu.

 

dan aku tak memiliki kemampuan untuk mengucapkan, menceritakan

 

Untuk itu aku mengkhawatirkanmu, perasaanmu, pemikiranmu dan ketidakmampuanmu menginginkan sesuatu.

 

aku membatin, Tuhan menjawab

 

Untuk itu aku..!! Sudahlah, sudah benar kau ikat ingatan, kau diamkan beberapa saat karena mulut yang berucap tanpa diiringi kemampuan penyerap akan melahirkan banyak salah paham, ketidakpengertian. Bahkan pengertian tanpa kemampuan memutuskan juga tak kalah pelik, menyakitkan. Tapi, berapa lamakah??

Jika kelak aku terlahir, akan kusimpan kau rapat-rapat, kulindungi kau agar hanya aku saja yang mengetahuinya, keberadaanmu. Akan kubawa kemana pun pergi dan bersurat untuk sembunyi. Aku tak akan membuang-buang tenagamu untuk mencemaskanku. Kukabarkan bahkan sebelum kau inginkan, kubisikkan sebelum kepergian, “hei, aku akan kesini. Aku berada disini sekian hari untuk keperluan itu, aku bersama anu”.

Tapi jika tak ada jatah pertemuan itu, semoga kau tetap hidup. Berjalan di alurmu dan tidak mengambil hak lain. Kau tahu ada hak istimewa yang boleh ditebak namun tak dapat dipungkiri? Hak Tuhan, hak yang hanya dimiliki Sang Pemilik. Kita hanyalah rongga, sebuah area mediastinum yang terletak di dada. Ingatlah kita hanya tempat, bukan pemilik. Adalah hati yang dicipta namun tak untuk dimiliki. Ojok mesoso, ojok opo-opo kudu digowo. Jangan melewati batas, jangan melanggar hak Tuhan. Kau tahu apa hak Tuhan?

Jodoh

Mati

Rejeki

 

Jadi….

 

Jangan menanyakan kedatangan jodoh manusia

Jangan mendahului mati

Jangan mencemburui rejeki

 

  • view 56