Bagian

alivia sasa
Karya alivia sasa Kategori Lainnya
dipublikasikan 24 Juni 2018
Bagian

 

Sebuah puisi

Berapa lama lagi manusia mengabaikan bunga

Lantaran ia berakar di tanah

Dan mendambakan dari Allah anugerah

Mereka inginkan, dan merendahkan sebagai kekurangan

Dan mencemoohkan sebagai rendah nasibnya manusiawi

Dengan terlewat bangga, terlalu buta untuk melihat

Bahwa sikap merendahkan membuat

Atau tidak layak tenteram atau tidak layak!

Namun, orang bodoh merasa seperti orang bodoh ketika menemukan

(Terlampau kasip diberitahu) bahwa kegembiraan malaikat

Adalah salah satu penyebab, dan cara, dan macam

Mereka mendunia di bumi

#Coventry Patmore

 

Jangan mendistribusikan ke-aneh-an pada orang lain. Percayalah, tak ada orang yang cukup normal untuk mengatakan orang lain aneh. Jika kau bertemu dengan orang dengan emosi yang sangat fluktuatif dan tidak mampu kau pahami, sabar dulu. Kita bukan monokrom, kita tidak monoton, tidak seperti malaikat yang hanya memiliki satu ungkapan ‘taat’, juga bukan iblis yang terus mbangkang. Suatu waktu kita memang lebih dominan untuk sebuah perasaan lain demi menyeimbangkan keadaan, kondisional, untuk itulah kita disebut manusia. Manusia bukan hanya satu atau dua, manusia adalah bagian-bagian. Seperti yang tertulis dalam delapan unsur kategori Myers-Briggs (Charles, 1987:30), ada beberapa macam kepribadian:

 

Kepribadian introver paling kerasan berada pada dirinya sendiri. Mereka dapat sangat menarik dan luwes, namun semua ini adalah ketrampilan yang dipelajari, seperti orang-orang lain. Mereka paling menjadi diri sendiri apabila berada sendirian atau bersama seorang sahabat karib. Mereka tidak mudah mengungkapkan diri yang sesungguhnya kepada orang lain. Mereka membutuhkan waktu untuk melakukan transisi dari satu situasi eksternal ke situasi lainnya. Selama stress, pertama-tama mereka akan mundur untuk mempertimbangkan situasi dan mencari tanggapan yang sesuai.

 

Kepribadian ekstrover paling kerasan bersama orang lain. Mereka adalah pribadi yang langsung tampak pada waktu kita bertemu dengannya. Tidak ada rahasia yang mereka sembunyikan secara tidak disadari. Mereka senang ada bersama orang lain dan kadang-kadang merasa sulit untuk sendirian. Seperti orang introver, orang ekstrover dapat luwes terhadap orang lain, jikalau dia mempelajari ketrampilan tersebut. Orang ekstrover akan dengan gampang menangani situasi yang menegangkan dan mudah melakukan transisi dari satu situasi ke situasi lain, meskipun situasi tersebut sangat berlainan.

 

Kepribadian mengindera dalam kontak dengan realitas tidak seperti kepribadian lain. Mereka adalah orang yang serba cermat, memberikan perhatian sampai pada hal yang sekecil-kecilnya, sangat sadar akan lingkungan fisik, penuh perhatian terhadap perincian dan sangat praktis.

 

Kepribadian intuitif penyusun konsep dan pengkhayal didalam organisasi. Mereka lebih cenderung melihat kemungkinan daripada realitas. Orang intuitif menilai segala sesuatu lebih dalam kaitan dengan apa maknanya daripada dalam hubungan dengan akibatnya sekarang. Mereka gemar merencanakan, mengorganisasi, dan menjalin hubungan yang tidak mudah dilihat orang lain. Jikalau mereka tidak ditertibkan, mereka mungkin kelihatannya seperti orang aneh atau tidak pernah puas. Mereka cemas untuk mencoba yang baru dan berbeda. Lebih dari tipe kepribadian lain, mereka senang menulis buku dan merumuskan teori.

 

Kepribadian pemikir cenderung melihat segala dalam cahaya akal budi dan logika. Dengan mereka memiliki atau tanpa memiliki IQ yang tinggi, mereka sangat menghargai intelek dan pemikiran yang masuk akal. Mereka bersifat kognitif. Mereka memandang emosi mereka sendiri dan emosi orang lain sebagai hal yang kurang penting, dan lebih dilihat sebagai suatu masalah daripada bagian dari suatu penyelesaian.

 

Kepribadian perasa membuat keputusan atas dasar ‘keberaniannya’, bagaimana mereka merasa dan cara mereka ‘memikirkan’ perasaan orang lain. Mereka cenderung hangat dan mudah didekati, terbuka terhadap ‘pendapat’ dan perasaan orang lain. Kadang-kadang seorang perasa buta terhadap logika dan akal budi, sehingga mengambil keputusan atas dasar pertimbangan kesusahan yang mereka atau orang lain rasakan. Mereka dapat berlaku tidak adil, dengan membuat keputusan yang menguntungkan orang yang ada di hadapannya dan merugikan orang yang tidak hadir. Tetapi, mereka tidak melakukan hal ini dengan sengaja. Itulah kelemahan mereka.

 

Kepribadian mengatur merasakan kebutuhan untuk mengendalikan hidup. Mereka paling senang dengan aturan dan jadwal, sehingga mengetahui apa yang diharapkan dari orang lain dan dari mereka sendiri. Meskipun mereka tidak menyukai rutinitas, mereka benar-benar menyenangi jadwal dan merasa agak kurang senang apabila mereka menghadapi hal yang tidak diperkirakan. Mereka merasa sulit untuk berfungsi dengan baik dalam suasana yang mereka anggap kacau. Mereka dapat bersifat luwes jikalau mereka mengerti bahwa hal ini diharapkan dari mereka.

 

Kepribadian mengerti menikmati hidup sebagaimana adanya. Mereka merasa senang dengan kejadian atau krisis, dan tidak membutuhkan agar segala sesuatunya dijadwalkan dan beres. Mereka puas untuk menerima dengan gembira situasi, tanpa merasakan kebutuhan untuk membuat suatu keputusan atau kesimpulan tentang situasi tersebut. Mereka dapat melalui hari demi hari tanpa merasakan kebutuhan akan suatu rencana atau suatu maksud tertentu.

 

Inspirasi:

Charles J. Keating. 1987. Bagaimana Menghadapi Orang Sulit. Yogyakarta: Kanisius

 

 

  • view 51