Peran Pers Wujudkan Kampanye Pemilu Damai

Buddy Wirawan
Karya Buddy Wirawan Kategori Politik
dipublikasikan 24 April 2018
Peran Pers Wujudkan Kampanye Pemilu Damai

Perkembangan teknologi informasi memunculkan maraknya media informasi online yang bermunculan, menghasilkan berita dan informasi yang tidak mempertimbangkan kaidah-kaidah jurnalistik.

Kekuatan media informasi online dalam menggiring opini publik dapat dilihat dalam banyak pertarungan politik. Polarisasi berita yang keluar dari media memicu semacam silang pendapat mendorong pada friksi-friksi yang berbahaya.

“Hal itu terjadi karena ketika banyak dari oknum media melakukan framing bukan dengan niat menjernihkan keadaan, melainkan atas dasar kepentingan kelompok tertentu. Persoalannya, kondisi ini justru semakin memunculkan kesalahpahaman di masyarakat,” kata Ketua Panitia Kegiatan seminar dengan tema, “Peran Pers Dalam Mewujudkan Kampanye Pemilu Damai”, Ressa Ria Lestari, , Selasa (24/4/2018).

Dalam hal inilah, lanjutnya,  keberpihakan dan integritas insan media pada kode etik jurnalistik dalam menjaga kedamaian proses Pemilu menjadi barang yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Memasuki pesta demokrasi di tahun 2018-2019, tentu penting untuk memahami bagaimana pers dapat berperan.

Dengan tujuan memberi ruang sharing dan diskusi yang memungkinkan masyarakat dari berbagai elemen baik jurnalis/wartawan, ormas, tokoh agama, para pendidik, dan pelajar/mahasiswa mendapatkan pemahaman dan kesadaran tentang bagaimana jurnalisme berperan dalam menciptakan kampanye damai.

“Harapannya diskusi ini menghasilkan pemahaman bersama dalam menyikapi potensi friksi di masyarakat akibat pesta demokrasi,” tandasnya.

Dalam rangka menyikapi isu tersebut, maka akan diselenggarakan seminar dengan tema, “Peran Pers Dalam Mewujudkan Kampanye Pemilu Damai”, pada Kamis 26 April mendatang pukul 12.30-14.30 di Gedung Indonesia Menggugat Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 5 Kota Bandung.

Adapun narasumber dan isu pemantiknya adalah 1. Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat Isu pemantik : “Black Campaign dan Regulasi dalam Kampanye” 2. Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat Isu Pemantik : “Pengelolaan Informasi di Era Digital” 3. Dewan Pers Jabar Isu Pemantik : “Kasus Keberpihakan Media Online dan Peran Pers dalam Mewujudkan Pilkada Damai” 4. Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Isu Pemantik: “Isu SARA dalam Pilkada”.

 

  • view 69