Alasan Gema Keadilan Lakukan Kontrak Politik dan Dukung Asyik

Buddy Wirawan
Karya Buddy Wirawan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 April 2018
Alasan Gema Keadilan Lakukan Kontrak Politik dan Dukung Asyik

Calon Gubernur Jabar Sudrajat menandatangani dokumen kontrak politik yang disodorkan dan juga ditandantangani Ketua Gema Keadilan Jabar Didi Sukardi disaksikan ratusan kader PKS di The Kartifah Hotel Dago Bandung, Rabu (18/4/2018).

Calon Gubernur yang berpasangan dengan Achmad Syaiku sebagai Calon Wakil Gubernur Jabar diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN ini menandatangani enam poin dokumen, yang harus dilaksanakan jika pasangan Calon dan Wakil Gubernur menang pada Pilgub  Jabar 2018.

Ada enam poin yang disodorkan oleh organisasi sayap pemuda PKS tersebut yaitu, akses beasiswa S1, S2, dan S3; akses pelatihan kewirausahaan dan permodalan; akses bedah rumah bagi keluarga pra sejahtera; pembangunan lapangan volley di Kelurahan/Desa; pembangunan lapangan futsal di tiap Kecamatan; dan bantuan 15.000 pesantren/madrasah.

“Semua itu akan kami laksanakan tetapi tentu pendanaannya disesuaikan dengan akses dan kemampuan anggaran Pemerintah Daerah. Untuk beasiswa tentu dengan syarat-syarat akademis yang sesuai kriteria si penerima beasiswa,” ujar Sudrajat.

Disebutkan, poin-poin kontrak politik itu sesuai dengan program Asyik (jargon  pasangan nomor ururt 3 Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Sudrajat – Achmad Syaiku, red) yang akan dilaksanakan jika menang dalam Pilkada tersebut.

“Tapi dari poin itu, saya malah menginginkan di tiap sekolah untuk upacara atau bermain, atau paling tidak di tiap Kecamatan ada satu lapangan sepak bola bukan lapangan futsal yang bisa digunakan oleh warga,” katanya.

Sementara itu, alasan Gema Keadilan Jabar mendukung pasangan Asyik karena mereka punya kualitas dan kapasitas kerja bukan pencitraan, merupakan representasi kesinambungan program pembangunan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sebagai pendahulunya yang harus dilanjutkan karena akan mendapat penghargaan Presiden.

“Kemudian pemerintahan Gubernur Ahmad Heryawan ini sudah membangun sistem pemerintahan yang bebas dari KKN (korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, red) jadi tinggal dilanjutkan oleh pasangan Asyik,” tutur Didi Sukardi.

Alasan lainnya, ditambahkan Didi, pasangan Asyik didukung oleh Partai Gerindra, PKS, dan PAN sebagai partai yang konsisten mendukung pembangunan dan kemaslahatan umat.   Selain itu, juga karena ketiga partai tersebut dinilai, sejauh ini tidak punya konflik kepentingan, mereka bekerja sesuai dengan profesi dan keahlian masing-masing kadernya.

  • view 89