Tanam Pohon di Bantaran Upaya Lestarikan Sungai

Buddy Wirawan
Karya Buddy Wirawan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 April 2018
Tanam Pohon di Bantaran Upaya Lestarikan Sungai

Bagian dari pembangunan bidang lingkungan, seluruh sungai yang melintas Kota Bandung ditanami pohon. Penanaman pohon tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya erosi, mengendalikan angkutan sedimen, mengendalikan sedimentasi dan pencegahan terjadinya kerusakan lingkungan. Berdasarkan catatan,  pada 2015 lalu, Kota Bandung terdapat sekitar 4 juta pohon.

Jika hal itu berjalan lancar maka lingkungan Kota Bandung, khususnya bantaran sungai Cikapundung menjadi lebih nyaman dan asri, bahkan bisa dikunjungi oleh wisatawan. Sebagai contoh, Cikapundung Riverspot di Jalan Ir . Soekarno.

Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung (DPKP3), Iwan Sugiono, mengatakan, penanaman pohon di bantaran sungai menjadi salah satu program yang digagas oleh DKPP3.

Menanam pohon di bantaran sungai, menurutnya, dapat mencegah terjadinya erosi sehingga mampu melestarikan lingkungan lebih asri.

Program yang digulirkan oleh DPKP3 yaitu Gerakan Rehabilitasi Lahan (GRLK). Melalui program tersebut, lahan di Kota Bandung terus dirawat dan direhabilitasi.

“Program ini sebagai wujud bahwa Pemkot Bandung memperhatikan lahan tanah, khususnya untuk penghijaun maupun dalam hal rehabilitasinya. Kita selektif dalam memilih lahan yang akan ditanam pohon, jika bantaran sungai layak untuk ditaman, pasti kita lakukan penanaman,” katanya, Senin (16/4/2018).

Ditambahkan, untuk tipe pohon yang sesuai dengan kondisi dibantaran sungai seperti pohon karet, pohon bambu, pohon dadap, pohon cangkring dan pohon Beringin.

“Sebetulnya tanaman dan tanah itu harus disesuaikan. Karena bantaran sungai itu berdekatan dengan air, maka harus ditanam pohon yang akarnya bisa mengikat tanah. Seperti pohon karet bambu, dadap cangkring, termasuk juga caringin," ujar Iwan.

Menurutnya, dalam satu lokasi anak sungai, sebaiknya ditanam dengan jumlah pohon yang cukup. Satu titik lokasi sebaiknya ditanam sekitar 20 pohon. Namun penanaman itu perlu menyesuaikan dengan kondisi sungai.

“Bagusnya sih 20 pohon itu ditanam, tapi kita lihat kondisi bantaran juga. Jika wajarnya 5 pohon ya kita tanam 5 pohon saja. Intinya harus sesuai dengan kondisi bantaran sungai,” jelasnya.

Disebutkan, tedapat 30 titik anak sungai yang menjadi target penanaman pohon di bantaran sungai tersebut. Contohnya seperti anak sungai Cikapundung, yaitu sungai Citarip dan Cipamokolan.

“Untuk penanaman yang signifikan dibutuhkan kolaborasi antara dinas terkait dengan unsur kewilayahan, baik itu RW, Kelurahan maupun Kecamatan. Hal tersebut cukup penting karena memudahkan koordinasi untuk penanaman,” tuturnya.

Diharapkan, seluruh stakeholder bergotong royong untuk gerakan menanam pohon di bantaran Sungai. Sikap aktif dan kesadaran masyarakat pun menjadi hal yang utama untuk menjaga  kebersihan lingkungan sungai.

“Kesadaran menjadi yang utama untuk menjaga keasrian lahan sungai, jangan sampai terjadi penyempitan lahan oleh bangunan yang menjadi salah satu sumber masalah,” pungkasnya.

  • view 35