Array
(
    [data] => Array
        (
            [post_id] => 46830
            [type_id] => 1
            [user_id] => 22629
            [status_id] => 1
            [category_id] => 76
            [project_id] => 0
            [title] => Korban Minuman Oplosan Meningkat Tangani Dengan Cepat 
            [content] => 

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan, perlu pengawasan yang sangat ketat terkait maraknya kasus korban minuman keras oplosan di sejumlah kota/kabupaten di jawa Barat yang menimbulkan korban kritis hingga meninggal dunia.

“Kami lebih mendorong memperketat pengawasan di tengah masyarakat seperti dengan tokoh masyarakat, pemuda, agama, Babinsa, dan Kamtibmas agar minuman oplosan tidak mudah didapatkan,” kata Dodo Suhendar kepada wartawan di Ruang Rapat Dinas Kesehetan Jawa Barat Bandung, Rabu (11/4).

Dikemukakan, minuman keras yang terdaftar itu mudah diawasi karena penjualannya terdeteksi baik tempatnya maupun pembelinya yaitu orang-orang tertentu. Tetapi kalau minuman oplosan itu terdapat di tengah-tengah masyarakat pada umumnya.

“Bahan methanol atau sejenis dengan bahan bakar seperti spirtus atau bensin yang dicampur dengan jenis minuman tertentu yang diminum langsung tanpa memikirkan dampaknya. Oleh karena itu, kami mengajak agar masyarakat cerdas memilih dan memilah,” terangnya.

Terkait banyaknya korban kritis, Dodo meminta, seluruh rumah sakit mengutamakan pertolongan kepada korban sesegera mungkin secara maksimal, supaya jumlah korban bisa ditekan dan ditangani  dengan cepat.

“Urusan yang sifatnya administratif bisa dikesamping jangan tanya korban dari mana atau berlatar belakang apa, yang penting korban harus cepat ditangani cepat agar tidak meluas,” ujarnya.

Seperti diberitakan di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Sukabumi ratusan korban meninggal dan kritis akibat minuman oplosan berjatuhan. Bahkan Kabupaten Bandung menjadikan wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB).

Menurut data terakhir dari Dinas Kesehatan tercatat ada 145 korban dengan korban tewas sebanyak 41 orang. Di RSUD Cicalengka ada 103 orang dirawat dan 31 orang meninggal. Di RSUD Majalaya ada 60 pasien dengan 3 orang meninggal dan RS AMC ada 16 korban dirawat 7 orang meninggal. Kemudian 7 orang di Sukabumi dan 4 orang di Kota Bandung. 

[slug] => korban-minuman-oplosan-meningkat-tangani-dengan-cepat [url] => [is_commented] => 1 [tags] => None [thumb] => file_1523463922.jpg [trending_topic] => 0 [trending_comment] => 0 [total_viewer] => 82 [issued] => 0 [author] => Buddy Wirawan [username] => buddy_wirawan [avatar] => avatar.png [status_name] => published [category_name] => Catatan Harian [type_name] => article [kode_multiple] => [total_comment] => 0 [total_likes] => 0 [created_at] => 2018-04-11T23:25:22+07:00 [updated_at] => 2018-10-01T08:16:12+07:00 [deleted_at] => ) [process_time] => 32.386939ms [status] => 200 )