DIARY MONOCHROME

DIARY MONOCHROME


“Kita, adalah suatu cerita yang belum sempat terselesaikan. Maka, ijinkan aku menyelesaikan beberapa dari cerita kita dalam kisah yang berbeda. Meskipun kutahu, semuanya tak akan pernah selesai begitu saja.”

Kategori Puisi

1.9 K Hak Cipta Terlindungi

PUISI TERAKHIR

PUISI TERAKHIR PUISI TERAKHIR

Aku memang masih berduka,
atas kisah yang di kubur hidup-hidup dan mati penasaran.

Aku memang masih berduka,
karena selalu mencari jawab atas rahasia yang sejatinya tidak ada.

Aku memang masih berduka.
Terkadang aku masih sempat berziarah ke makam ingatan.

Aku memang masih berduka.
Tapi aku berduka untuk apa lagi, untuk siapa?

Lisanku sudah kaku untuk terus berbicara,
Hatiku sudah muak untuk terus di tusuk ribuan siksa.
Dan fikiranku?
Fikiranku tak lagi pantas untuk di hina dan di hakimi oleh sang pemilik lalu.

Aku memang masih berduka.
Aku berduka atas diri sendiri,
karena aku sendiri sudah mati.
Mati dan lenyap lalu hilang di kegelapan malam.

Aku tak dapat menemukan suaraku dimana-mana.
Bayanganku lenyap begitu saja di hening malam,
di antara sajak-sajak pemanggil rindu dan perangkai kata-kata pilu yang seringku ramu.
Kusadari, aku sudah di bunuh waktu.

Jangan mencariku di tempat biasa kau menemuiku,
sebab aku telah tiada.
Cari aku di dalam doa-doa dan ingatanmu,
sebab aku ada di sana, 
tersenyum menikmati dosa.


Kamar gelap, 10/11/16

Yudhie Noer

PUISI TERAKHIR

Karya Yudhie Noer Kategori Project dipublikasikan 08 Februari 2017
Ringkasan
:)(
Dilihat 20 Kali