ADA NAMA MU DI UJUNG SENJA

Yudhie Noer
Karya Yudhie Noer Kategori Project
dipublikasikan 25 Januari 2017
DIARY MONOCHROME

DIARY MONOCHROME


“Kita, adalah suatu cerita yang belum sempat terselesaikan. Maka, ijinkan aku menyelesaikan beberapa dari cerita kita dalam kisah yang berbeda. Meskipun kutahu, semuanya tak akan pernah selesai begitu saja.”

Kategori Puisi

5.8 K Hak Cipta Terlindungi
ADA NAMA MU DI UJUNG SENJA

 


Angin berhembus perlahan
seirama dengan nada ombak yang menyisir di tepian.
Jiwaku takluk oleh lukisan alam yang tertata oleh gores dari kuas tangan Tuhan.
Tak ada majas sedikitpun berserakan disana.

Apakah kau tahu, mengapa aku setia berada disini?
menjadi sang pematung,

pemurung?

Tidak!
Ada yang selalu aku bicarakan dengan lautan di ujung sana.
Terkadang, ku temukan juga batuk, resah dan tangismu menyatu,

di dalam suara-suara alam.
Dalam suara-suara hati.
Membisikkan irama elegi di antara bait-bait pertanyaan yang mendera.

Apakah kau tahu, apa yang terlihat dipandanganku?
Di ujung sana, kau mengenakan gaun indah bernuansakan jingga meraut senyum.
Di ujung sana, kau bersolek, merias diri dengan awan-awan yang berkilau emas.
Itulah yang sering tersuguh, terpahat di dinding-dinding imajiku.
Tak sedikit pun jemu aku berada disini, meski nyatanya hanya semu.

Pernah seseorang bertanya,

“Siapa gerangan yang melukis imaji mu hingga tak ada satupun yang mampu menghapusnya?

Seberapa kuat kau menjadi batu karang yang diterpa ombak waktu?”
Aku hanya menjawabnya melalui hembusan angin dan pesan kosong.

yang di dalamnya kuselipkan beberapa do’a untuk menguatkan jawaban.
Berharap Tuhan dengan rendah hati mau memeluk dari tiap-tiap doa penenang jiwa.
Sampaiku pulang ke rumah.

 -

Pasir panjang, 12 juni 2015

  • view 102