PENASARAN

Yudhie Noer
Karya Yudhie Noer Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 21 Januari 2017
PENASARAN

Di sudut kamar tempat tidur, aku bersandar di dinding sembari mendengarkan lagu Across the universe dari The beatles, band kesukaanku.
Ah, musik dan semua lagu-lagunya enak sekali di dengar. Salah satunya ya judul lagunya yang ini. Sudah menjadi favoritku sejak beberapa bulan yang lalu sebagai pengiring tidur.
Pas sekali untuk mataku yang sudah mau terlelap. Apalagi dengan keadaan cahaya lampu yang agak remang, karena hanya beberapa watt saja dayanya. Itu pun sudah agak lama ia nempel di atas sana semenjak di pasang dulu.

 

Awalnya tadi aku berniat menunggu temanku yang masih mengerjakan tugas kuliah di rumah temannya. Karena sebelum berangkat tadi sore, dia berjanji mau mengajakku bermain playstation jika di pulang nanti.
Jam demi jam berganti, ia tak kunjung pulang ke rumah. Hingga akhirnya ku putuskan untuk tidur saja karena sudah terlalu lama menunggu dan jam pun sudah menunjukkan pukul 01.15.
Ah. Mataku sudah hampir sayu dan badanku melemas.
Pandanganku makin lama semakin kabur.
Aku pun mengucapkan do'a tidur, lalu menutup mataku perlahan.


"Trakk..!!" Ada sesuatu yang keras menghantam kaca jendela kamarku.
"Argh.. Sial! Bikin kaget jak. Siapa bah yang lempar batu malam malam ginik ni?!"
Refleks mulutku langsung mengucap kata-kata kasar ke arah jendela.
Sedikit penasaran, ku beranikan diri melihat ke sekeliling dari balik kaca jendela. Tak ada siapapun yang terlihat.
Hanya ada beberapa mobil yang terparkir di pinggir jalan dan deretan rumah yang terlihat sepi. Ku lihat jam, ternyata sudah pukul 02.35 pagi. Pantas saja sepi.
Tanpa berfikiran macam-macam, aku pun kembali bersandar di dinding kamar sambil melanjutkan lagu yang baru setengah ku dengar tadi.
"Tok.. tok.. tok.. " Terdengar pintu depan seperti ada yang mengetuk. Tapi siapa yang jam segini datang ke rumah?!
"Took... tok.. tok... " Tak lama berselang suara ketukan itu kembali terdengar.
Ah sial! Fikiranku mulai kalut, jantungku perlahan berdebar.
Mataku yang tadinya sayu ingin tertidur, sekarang menjadi segar karena suasana tak mengenakan ini.
Mana temanku belum pulang lagi ke kontrakan.
Aku mulai cemas sendiri di dalam kamar. Sambil bertanya-tanya dalam hati, siapa yang mengetuk pintu malam malam begini di rumah, sedang di luar tidak ada siapa-siapa dan hanya aku sendiri di rumah.
Tanpa fikir panjang, aku putuskan untuk menelfon temanku untuk segera pulang.
"Tuuut... tuuuuut.... tuuuut.... tuuuut....... tuuut....... Argh! Ngapa tak di angkat sih telfonku!"
Ucapku dalam hati dengan gusar campur debar jantungku.
Aku pun coba menelfon lagi berharap segera mendapat jawaban.
"Maaf. No yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar kode area."
Faak!! Ternyata hp temanku tidak aktif. Padahal sebelumnya tadi sudah tersambung.
Gelisah bukan main aku di ruang kamar sambil tersandar di dinding. Mataku hampir tak berkedip mengawasi ke segala arah di sudut kamar.
Dalam hati ku ucap segala doa, berharap keajaiban segera datang tuk meredam rasa takutku.
Tak beberapa lama kemudian, dari kejauhan terdengar suara motor, yang kedengarannya seperti suara motor yang kukenal.
"Brumm.... bruumm.... bruumm.. Psshh..."
Alhamdulillah. Benar saja. Akhirnya temanku datang juga. Suara motornya yang baru saja datang menyembuhkan debar jantung yang rasanya pengen loncat keluar dari tadi.
Langsung segeraku temui ia ke arah pintu depan yang baru saja memarkir motornya di halaman rumah.
"Kemana jak bah kau wak. Ku telfon ngapa dak kau angkat?!" Aku bertanya dengan nada agak tinggi sedikit gusar.
"Aku ni agik di jalan bah. Manalah, kau pun nelfon terus. Udahlah batraiku mau habis. Kan jadi ngedrop hpku." Jawabnya kesal sambil perlihatkan hpnya kepadaku.
"Oh iya, kau tau kah?! Sambungnya.
Tau apa?! Jawabku keheranan.
"Ah kira kau tau. Tu bah, barusan tadi ada orang di komplek kita yang meninggal gantung diri. Tuh ramai tadi orang di depan, karna baru ketahuan dia dah begantung di pohon samping rumahnya."

30/11/16

  • view 68