Tetap Manusia

bondan sigit
Karya bondan sigit Kategori Lainnya
dipublikasikan 21 April 2018
Tetap Manusia

Di suatu malam yang dingin pada sebuah bus tiba-tiba seorang wanita berteriak pada supir " Pak, mohon maaf barang saya ada yang ketinggalan di terminal tadi, apakah bisa menunggu saya sebentar mengambil barang itu ?". Dengan wajah masam, supir itu mengangguk pertanda dibolehkan. Semua penumpang pun nampaknya agak sebal dengan wanita tadi.
Tak berselang lama, wanita itu pun kembali ke bus dan pak supir kemudian menjalankan busnya. Dengan perasaan sangat bersalah wanita itu pun kembali melanjutkan perjalanannya.  Nampaknya wanita itu pun sedikit membenci dirinya yang sering lupa akan barang-barangnya. "Sial, kelupaan lagi" dalam hati melaknat dirinya sendiri.

-
Manusia memang makhluk yang unik, mempunyai berbagai sisi, dari sisi bagai malaikat hingga sisi yang melebihi jahatnya iblis. Ya memang begitulah manusia selalu menarik untuk dipelajari. 

Setiap manusia selalu menginginkan kesempurnaan, baik kesempurnaan fisik, materi, kecerdasan otak, dan masih banyak lagi. Namun, terkadang "dia" melupakan dirinya bahwa "dia" adalah manusia yang memang tidak akan pernah sempurna sampai kapanpun. 

Saat manusia melakukan sebuah kesalahan, terkadang manusia bahkan tidak bisa memaafkan dirinya sendiri sampai-sampai mungkin ada yang jadi gila karena kesalahan tersebut. Suatu kewajaran bila manusia tidak ingin terlihat bodoh, dungu, gila di hadapan manusia lain, tetapi hal tersebut tidak bisa menjadi alasan menghilangkan sifat dasar manusia yaitu TIDAK SEMPURNA.

Menurut saya pribadi, pemahaman "ketidaksempurnaan" ini perlu disebarluaskan atau setidaknya diri kita sendiri yang mengamalkan selaku manusia. Sering kita melihat teman-teman kita atau bahkan mungkin saudara kita yang terkadang frustasi dan rendah diri karena mereka menganggap diri mereka tidak ada artinya. Mereka tidak menyadari bahwa semua manusia mempunyai "kecacatan" masing-masing, bahkan sesukses apapun dipandang manusia mereka (yang dikatakan sukses) tetap mempunyai kekurangan. Hanya saja mereka tidak menyerah akan kekurangan mereka dan tidak jarang mereka menemuka kesuksesan dibalik kekurangan mereka. Seperti cerita seorang yang cacat kakinya dan membuat kaki palsu, hingga dia menjadi sukses karena membuatkan kaki palsu untuk orang lain.

Setelah memahami bahwa manusia bukanlah makhluk sempurna, bukan berarti kita langsung menganggap diri kita lemah atau merasa tidak ada gunanya. Justru dengan itu kita seharusnya lebih bisa memahami diri kita ini yang memang manusia, hal tersebut harusnya bisa menjadi pemacu bagi kita untuk bisa lebih mengenal diri sendiri sehingga tidak terjebak dalam perasaan tidak berguna atau semacamnya. Hal tersebut juga bisa memacu diri kita untuk lebih bisa memahami orang lain yang memang juga manusia seperti kita sehingga bisa lebih mengoreksi diri sendiri daripada terus mengkritik orang lain.

Sekian tulisan ini saya buat, semoga yang membaca dapat mengambil manfaatnya dan saya sangat mengharapkan kritik serta saran dari para pembaca supaya tulisan saya bisa lebih berkembang.

Terima Kasih

ps* sumber gambar dari google.com

  • view 55