Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Renungan 13 Maret 2018   10:13 WIB
Kenapa Hanya Guru dan Aparat Negara Yang Mendapat Tunjangan, Petani Kita?


Saat ini kehidupan para aparatur sipil negara boleh dibilang cukup baik.  Ambil contohlah guru, bagi mereka yang bersertifikasi, gaji yang mereka bisa bawa pulang tiap bulanya sudah layak.  Atau para aparat keamanan negara kita seperti Polisi dan TNI.  Mereka juga rasanya cukup mendapatkan tunjangan jabatan yang baik.

Contoh lainya lagi orang yang bekerja di kantor pajak.  Tunjangan jabatan mereka juga sangat bagus dan termasuk yang paling tinggi.  Bahkan guru yang belum bersertifikasi tetapi sudah berstatus PNS atau mereka bagi mereka guru swasta di sekolah elit rasanya juga sudah cukup mendapatkan penghasilan yang memadai.

Memang layak dan sudah seharusnya mereka yang bekerja demi negara atau mengabdi kepada masyarakat mendapatkan juga apresiasi yang layak.  Harapanya mereka bisa memberikan kinerja terbaik dan tentunya tidak tergoda melakukan korupsi.

Petani bagaimana.  Kehidupan para petani kita rasanya tidak ada perubahan.  Imagenya, petani itu susah.  Kerja keras banting tulang namun hasil yang didapat sedikit.  Sampai saat ini pun nampaknya masih sama.

Guru.  Mereka memang sangat berjasa untuk mencerdaskan anak bangsa.  Taraf kehidupan mereka saat ini juga sudah baik.  Pemerintah sudah mulai memperhatikan dan sangat peduli dengan pentingnya pendidikan.  Salah satunya kesehjateraan para pendidiknya.

Polisi dan TNI.  Mereka adalah tulang punggung utama untuk menjaga keamanan tanah air kita.  Taraf kehidupan mereka saat ini juga sudah baik.  Pemerintah juga memperhatikan bahwa kesehjateraan mereka akan sangat berpengaruh pada kinerja.

Pegawai pajak.  Mereka juga merupakan salah satu tulang punggung utama yang memastikan keuangan negara tetap aman.  Oleh karena itu gaji dan tunjangan jabatan mereka tinggi. 

Petani ?.  Guru, Polisi, TNI, pegawai pajak, aparat sipil lainya, pengusaha, Presiden, Menteri sampai golongan orang kecil biasa bisa menikmati sepiring nasi darimana ?.   Bukankah peran petani juga sangat besar demi tetap tercukupinya kebutuhan manusia.

Jika ada lowongan PNS, Guru, TNI, Polri atau bursa kerja di sektor swasta, jutaan orang akan berbondong-bondong melamar.   Coba saja sekarang jika yang disediakan adalah lowongan sebagai petani.  Masihkah berminat ?.

Pengamatan ini saya lakukan di daerah asal saya, Magelang, Jawa Tengah.  20 tahun yang lalu sawah di sekitar rumah masih sangat luas.  Saat ini mungkin hanya tersisa 10% saja.  Para petani di daerah saya tinggal bisa dibilang sudah punah.

Kemudian saya melihat lagi ke daerah lain yang merupakan sentra pertanian.  Jika diamati, mayoritas petani adalah mereka yang sudah uzur.  Sangat jarang ditemui anak muda yang memilih profesi menjadi petani. 

Saya menemukan ada anak muda yang menjadi petani.  Ketika saya tanyakan alasan menjadi petani, jawabanyan klise.  Tidak ada pekerjaan lain dan mau bagaimana lagi daripada tidak bisa makan.  Memang seperti itulah kenyataanya.

Itulah faktanya, profesi Petani ini memang dianggap sebagai pekerjaan yang tidak menjanjikan masa depan.  Jangankan masa depan, hari esok saja terkadang susah mengatur keuangan agar bisa makan dan hidup cukup.

Memang betul saat ini pemerintah juga sedang mati-matian untuk meningkatkan taraf hidup para petani.  Dari subsidi pupuk, subsidi benih, bantuan teknologi sampai hal lainya.  Semoga saja hal itu benar-benar sampai ke pada para petani dan tidak berhenti di tengah jalan.
 
Kalau dulu pahlawan tanpa tanda jasa adalah guru.  Saat ini, menurut saya,  yang lebih layak mendapatkan gelar pahlawan tanpa tanda jasa adalah para petani kita.

Petani
Mereka yang tidak pernah bosan menanam biarpun hasil pas-pasan.
Mereka tidak berhenti menanam meski sering mengalami kerugian
Mereka tetap bersemangat menanam walau harga beli tidak mencerminkan keadilan

Petani 
Mereka terus menanam meski kadang tidak mendapatkan cukup penghargaan
Mereka terus menanam meski dianggap profesi buangan
Terus saja mereka menanam dan memberikan banyak orang kehidupan

Petani
Saat ini bukan profesi yang menjamin masa depan
Tidak perlu bermimpi hidup bermewah-mewahan
Bisa cukup makan dan hidup sederhana saja merupakan kesenangan

Jika profesi lain mendapatkan penghargaan
Jika profesi lain diberikan aneka macam tunjangan
Kenapa petani tidak diberikan

Petani
Bila mereka punah , semua orang akan kelimpungan
Bila mereka tiada, impor beras akan gila-gilaan
Lalu jika mereka masih ada, kenapa sering dipinggirkan ?

Karya : Tyo Joyoteras