Perjalanan Hidup Seorang Pengusaha Sukses Indonesia Yang Patut Ditiru

Tri Haryadi
Karya Tri Haryadi Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 11 Juni 2017
Perjalanan Hidup Seorang Pengusaha Sukses Indonesia Yang Patut Ditiru

Siapa yang tidak mengenal Sukanto Tanoto, seorang pengusaha pionir kertas, pulp, dan kelapa sawit di Indonesia sejak tahun 1970-an? Pria flamboyan asal Medan ini memulai usahannya pada usia 17 tahun ketika menggantikan ayahnya yang sudah kelelahan karena bekerja berlebihan. Usaha tersebut dimulai dari suplai suku cadang mesin untuk bahan bakar. Meskipun harus putus sekolah dari SMA, siapa sangka bahwa usaha tersebut membuat Sukanto Tanoto menjadi miliarder termuda pada usia 26 tahun. Kesuksesan ini tentu membuat perjalanan hidupnya menambah banyak sekali inspirasi perjalanan hidup untuk menempuh kesuksesan lainnya. Kemudian pada usia yang sama beliau melebarkan sayapnya untuk mengembangkan usaha distribusi generator, peralatan elektronik untuk kilang minyak hingga perawatan perangkat-perangkat alat berat seperti elektromagnetik dan gas. Perusahaan yang sudah dijalankan selama bertahun-tahun pun sempat mengalami penurunan cukup drastis setelah terjadi krisis global minyak bumi secara serempak pada tahun 1972.

 

Penurunan tersebut tentu tidak membuat pria yang berasal dari Medan, Sumatera Utara ini kehilangan semangat. Hal tersebut dapat kita lihat melalui usahanya untuk memulai bisnis kayu lapis yang bernama CV Karya Pelita pada tahun 1972. Perusahaan yang mengimpor hasil kayu lapis ke Timur Tengah hingga Eropa tersebut semakin sukses setelah mengubah nama menjadi PT Raja Garuda Emas. Kesuksesan inilah yang membuat Presiden RI kedua, Soeharto memberikan apresiasi setinggi-tingginya sebagai pionir kertas di Indonesia. Berkat usahanya itulah dia dapat membantu masyarakat Kerinci dalam menangani keterbatasan listrik dan sumber daya alam. Selain itu, Tanoto juga telah memiliki 5000 karyawan pada tahun 1970-an.

 

Hingga saat ini, Sukanto Tanoto memiliki puluhan ribu karyawan dan berkantor di Singapura dengan omzet lebih dari 12 miliar dollar Amerika Serikat ini merupakan bukti dari ketekunan dan kegigihan Sukanto Tanoto terhadap kegagalan dan pengalaman yang telah dia alami. Pria yang memiliki istri dan empat orang anak juga mendirikan Tanoto Foundation sebagai wujud utama untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan bermutu dan perkembangan diri terhadap masyarakat kecil di Indonesia.

  • view 106