Beberapa Cara Menghitung Pph 21 Beserta Peraturannya

Tri Haryadi
Karya Tri Haryadi Kategori Ekonomi
dipublikasikan 30 Maret 2016
Beberapa Cara Menghitung Pph 21 Beserta Peraturannya

Membayar pajak memang sudah menjadi suatu kewajiban. Bahkan tercover pula pada bentuk nomor pokok wajib pajak yang disebut dengan NPWP. Tiap-tiap pihak berpenghasilan ini pun akan ditekankan pada hitungan pajak yang tak sama. Perbedaan itu pun juga mempengaruhi cara menghitung pajak PPH 21 yang ada, dan nantinya pajak perusahaan hingga karyawan satu dan lainnya tak selalu sama. Dimana, karyawan di suatu instansi ada diharuskan dan tidak diberlakukan hukum pajak. Perihal tersebut juga telah dicover oleh peraturan undang-undang.

Dalam proses hitung menghitung pajak tersebut pun telah diatur. Seperti halnya dengan tata cara penghitungan pajak penghasilan Pph 21 ini, yaitu:

? Hitung terlebih dahulu gaji secara total yakni gaji bruto.
? Lakukan perhitungan pada PTKP atau penghasilan tidak kena pajak yang sesuai status Anda.
? Kurangi dengan biaya tunjangan, seperti iuran pensiun, tunjangan jabatan dan lainnya.
? Total gaji netto yakni dengan gaji bruto tersebut dengan dikurangi jumlah PTKP lalu dikurang lagi dengan iuran pensiun dan yang lainnya.
? Setelah semua fix, segera kalikan dengan tarif pajak yang diberlakukan itu.

Sedari cara menghitung PPH 21 tersebut, nantinya akan membawa besarnya pajak penghasilan bersangkutan. Berdasarkan undang-undang nomor 36 tahun 2008 pasal 17 pada ayat 1, menyatakan adanya tarif progresif yang dibebankan oleh pihak wajib pajak. Perbedaan pajak akan dipengaruhi oleh penghasilan, jika gaji lebih besar maka akan berpengaruh pula pada total pajak yang semakin tinggi. Hitungan tersebut antara lain ialah:

? Gaji netto dengan total 50 juta per tahun dikenai pajak 5%.
? Penghasilan 50 hingga 250 juta di setiap tahun kena pajak 15%.
? Gaji 250 hingga 500 juta per tahun wajib pajak 25%.
? Gaji lebih dari 500 juta di setiap tahunnya akan dibebankan pajak 30%.

Tak sampai di situ saja, pemerintah pun mengeluarkan kebijakan terbaru yang disebut dengan PTKP atau penghasilan tidak kena pajak. Peraturan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana titik tersebut di sekarang ini ialah:

? Satu individu atau single dengan jumlah 36 juta per tahun.
? Satu pihak dan pasangan atau sudah menikah tapi belum punya anak dengan total gaji per tahun 3 juta.
? Suami istri dan satu orang anak dengan gaji 6 juta rupiah per tahun.
? Suami istri dan 2 orang anak dengan total gaji 9 juta rupiah.
? Suami istri dengan tiga anak dengan penghasilan 12 juta di setiap tahunnya.

Pajak memang akan diberlakukan oleh pihak-pihak personal, keluarga dan lainnya. Akan tetapi kebijakan pemerintah dengan adanya PTKP lebih membantu dan menguntungkan para individu yang berpenghasilan relative kecil. Untuk Anda yang mempunyai kewajiban pajak, pastikan tahu cara menghitung PPH 21 tersebut, guna mengetahui besarnya total pajak yang harus dibayarkan. Nah, bagi Anda yang ingin lebih mudah dalam menghitung berapa pajak penghasilan yang mesti Anda bayarkan, kini terdapat sebuah aplikasi berupa sistem payroll Indonesia dan?software HR via?Sleekr?yang bisa langsung digunakan oleh divisi HRD ditempat dimana Anda bekerja. Selain praktis, aplikasi ini juga bisa di akses secara gratis bagi sebuah perusahaan yang memiliki karyawan dibawah 25 orang. Silakan dicoba dan semoga bermanfaat.

  • view 263