Love Insurance (Sinopsis)

Biola Yoannita
Karya Biola Yoannita Kategori Lainnya
dipublikasikan 17 April 2017
Love Insurance (Sinopsis)

Sinopsis Love Insurance (Asuransi Cinta)

     Arsya (26 th) seorang agen asuransi yang tampan, bertemu dengan Inggit (23th) pertama kali dalam acara sharing time yang diadakan oleh perusahaan asuransi tempatnya bekerja. Saat itu Arsya dan Inggit sama-sama salah kostum, memakai kemeja hijau diantara para peserta yang memakai baju sesuai tema,black&gold. Karena salah kostum Arsya dan Inggit menarik perhatian MC dan diminta untuk berpura-pura menjadi pasangan suami istri dari kampung yang akan mengambil asuransi.

     Para agen asuransi yang lain menyoraki Arsya dan Inggit, mengatakan bahwa mereka benar-benar cocok menjadi suami-istri sungguhan. Tapi, tidak dengan Sisca. Sisca (26th) adalah Tim Leader Arsya, dan diam-diam naksir berat sama Arsya. Sisca memasang tampang bete, dan memandang Inggit penuh rasa benci.

     Inggit yang memang bukan agen asuransi merasa terasing diantara para agen.Inggit menyibukan diri dengan hp-nya. Dan hal itu dimanfaatkan Sisca. Ia menyuruh Inggit untuk keluar jika tidak serius dan cuma main hp.Inggitpun keluar dan memutuskan untuk pulang.

     Arsya mencari-cari sosok Inggit, tapi dia tidak menemukannya. Sisca datang menghampiri Arsya, tapi Arsya tak memedulikannya. Membuat Sisca merengut kesal.

     Arsya baru saja menemui salah satu nasabahnya di sebuah Rumah Sakit. Saat ia berjalan kearah parkiran, ia melihat Inggit. Arsya pun menghampiri Inggit.Ia bersama Ibunya, yang baru saja check-up. Arysa memberanikan diri meminta nomor hp Inggit, dengan alasan untuk mengajak Inggit diskusi tentang asuransi.

     Sejak bertukar nomor hp, Arsya dan Inggit intens berkomunikasi. Dan Arsyapun memberanikan diri untuk mengajak Inggit date. Siang ini Arsya menunggu Inggit di kampus Inggit.Sebenarnya hari ini adalah jadwal Sharing time rutin yang harusnya Arsya ikuti sebagai agen asuransi. Sisca berkali-kali menelponnya, tapi Arsya tak mengangkat telepon itu.

     Arysa melihat Inggit berjalan kerahnya diikuti Erik (23th). Dan begitu, sampai, Inggit langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Arsya serya tersenyum ke arah Erik dan mengatakan pada Erik bahwa Arsya adalah pacarnya. Arsya tentu saja terkejut. Dia mau membantah tapi saat melihat kode yang dilemparkan Inggit, dia langsung paham situasinya.

     Erik yang sejak dulu naksir Inggit jelas tidak percaya begitu saja. Tapi, Inggit tak peduli. Ia langsung mengajak Arsya pergi. Ia naik ke boncengan motor Arsya, dan Arsyapun langsung meyalakan motornya, meninggalkan Erik yang masih terlihat kesal.

     Arsya dan Inggit sampai di taman kota. Yeah, Inggit mengusulkan uuntuk bertemu di taman kota, karena menurutnya itu hemat.Mereka sama-sama diam, hingga akhirnya Inggit buka suara dan meminta maaf soal tadi. Ia menjelaskan tentang Erik yang membuatnya risih. Lalu, Inggit bertanya dengan ragu apakah Arsya mau pura-pura menjadi pacarnya, agar ia bisa terbebas dari Erik. Arsya yang memang suka pada Inggit langsung mengiyakan. Walaupun itu hanya pura-pura, Arsya berharap suatu saat itu akan menjadi nyata. lalu sesuai janji, Arsya menjelaskan tentang asuransi, dan asuransi seperti apa yang seharusnya Inggit ambil. Inggit memang berkata pada Arsya sebelumnya jika ia ingin mengambil asuransi pendidikan untuk dirinya dan anaknya nanti, juga asuransi untuk kedua orangtuanya. Tentu saja hal itu membuat Arsya kagum, karena tidak banyak mahasiswa yang berpikiran seperti Inggit.

     Walaupun cuma pacar pura-pura, Arsya sudah seperti pacar sungguhan bagi Inggit. Arsya bahkan dekat dengan keluarga Inggit. Inggit yang anak terakhir dari lima bersaudara hanya tinggal dengan kedua orangtuanya yang sudah tua, sementara semua kakaknya sudah berkeluarga dan tak serumah dengan Inggit.Karena seringnya Arsya main kerumah Inggit, ia jadi sering bolos jadwal Sharing time yang harus dia ikuti. Sisca tentu saja tak terima.

     Siscapun diam-diam mengintai Arsya, dan saat tahu bahwa penyebab Arsya sering bolos Sharing time adalah Inggit, Sisca makin kesal. Tak, tahan, Sisca langsung keluar dari mobilnya, ia tak peduli ia ketahuan membuntuti Arsya. Dengan marah, ia menghampiri Arsya yang sedang asyik mengobrol dengan Inggit di Taman Kota. Arsya kaget melihat kedatangan Arsya, tapi kekagetannya semakin bertambah saat melihat Sisca menampar Inggit, mengatakan bahwa Inggit cewek tidak tahu diri yang menghambat karir masa depan Arsya. Arsya berusaha menghentikan Sisca, ia menarik Sisca menjauhi Inggit. Inggit merasa, perkataan Sisca benar. Ia menghalangi masa depan Arsya. Dan Inggit semakin merasa bersalah mengingat ia memanfaatkan Arsya hanya untuk menghindari Erik. Dengan rasa bersalah, dan rasa sakit, Inggit memutuskan untuk pergi, tanpa memberitahu Arsya.

     Saat Arsya kembali, ia tidak melihat Inggit. Arsya mencoba menghubungi Inggit, tapi tidak tersambung.

     Sisca menarik Arsya dengan paksa, untuk datang dengannya ke sharing time. Arsya mengikuti sharing time tanpa semangat. Tapi Sisca ta peduli. Ia justru menggandeng Arsya dengan protektif,dan duduk disebelahnya, membuat agen lain menggoda mereka.

     Tiba-tiba hp Arsya bergetar, Arsya pikir itu Inggit, ternyata Ayah Inggit. Arysa melepaskan tangan Sisca dan beranjak keluar ruangan menerima telepon. Ayah Inggit memberitahu bahwa Ibu Inggit masuk UGD, dan ia tidak bisa menghubungi Inggit. Ayah Inggit pikir Inggit bersama Arsya.

     Arsya langsung ke rumah sakit tak peduli dengan panggilan Sisca. Saat Arsya tiba, ternyata Inggit sudah disana, mondar-mandir seraya menggigit bibir penuh rasa khawatir. Tak tega, Arsya memberanikan diri memeluk Inggit. Dan tangis Inggit langsung pecah di pelukan Arsya.

     Setelah menunggu semalaman, akhirnya Ibu inggit sadar dan bisa dipindahkan ke ruang perawatan. Semua kakak Inggit sudah datang. Arsya memberikan ruang kepada keluarga Inggit, dan menunggu diluar. Ayah Inggit menghampiri Arsya dan memintanya masuk. Ibu Inggit menyuruh Arsya mendekat, dengan isyarat lambaian tangan yang lemah. Arsya mendekat. Ibu Inggit menggenggam tangan Arsya. Lalu didepan semua yang ada diruangan, Ibu Inggit, berkata bahwa dia harus mengasuransikan harta berharganya. Dia bertanya, apakah Arsya bisa dipercaya untuk hal itu? Dengan sedikit bingung Arsya mengangguk. Lalu Ibu Inggit menjelaskan harta berharga yang ingin dia asuransikan adalah Inggit. Apakah Arsya bisa menjaga dan melindungi Inggit, layaknya asuransi yang bisa menjamin masa depan? Arsya pun mengangguk tanpa keraguan.

     Inggit masih ingat dengan kejadian tadi pagi dengan Sisca. Maka ia mengajukan syarat, meminta Arsya untuk serius dengan karirnya. Arsya yang berpikir bahwa Inggit akan menolaknya langsung bahagia begitu mendengar syarat Inggit. Dengan yakin iapun  berjanji pada Inggit akan serius dengan karirnya, dan berjanji pada orangtua serta kakak Inggit bahwa ia akan menjamin kebahagiaan Inggit. Layaknya asuransi yang menjamin masa depan sebuah keluarga.

 

  • view 69