Puisi : Sandiwarakah?

Bina Raharja
Karya Bina Raharja Kategori Puisi
dipublikasikan 12 Februari 2016
Puisi : Sandiwarakah?

desir jantung artikan sang pelari
pengejar kesungguhan permainan
takdir...

terjatuh terjerembab,
mencari akar jati menggantung,
berharap tangan temukan sandaran...

saat sayap terkembang,
terbang tinggi melupa darat.
ilalang tertinggal, tandus...

di langit seolah awan berpeluk,
menghindar sadarnya
bahwa terik mentari bisa memanggang...

jatuh terjerembab lagi,
kini cari batang jati bertegak,
berharap bahu temukan pegangan...

sandiwarakah?
atau hanya kepura-puraan,
berlari menghindar kewajiban?

padahal tau,
umur jati tak akan lama,
awan putih akan menghujan...

tapi tetap asyik berlari,
mengejar permainan takdir...

sandiwarakah?
seperti tak tahu,
takdir akan berakhir
dan kau tak pernah tau
kapan jati meranggas
ilalang tertinggal...
dan kamu benar-benar akan...
kamu benar-benar harus kembali
pulang??

kota hujan, 21 Oktober 2013
23.20 WIB

  • view 141