Pagi, Langkah dan Jalanan (2)

Bina Raharja
Karya Bina Raharja Kategori Puisi
dipublikasikan 15 Juli 2016
Pagi, Langkah dan Jalanan (2)

 

Pagi lalu aku dan kamu
Selangkah satu pada sejalan waktu
Laju tawa mengejar angin asa
Bersama, dalam mimpi kisah-kisah bahagia

Aku bilang ingin melukis awan,
Kau ambilkan cat susu putih murni
Kau katakan hendak berpuisi
Aku tuliskan dengan tinta berlian

Derai hujan adalah irama tawa
Biar basah, sinar matamu bicara
Aku baca itu : kita setuju, hujan memang menggoda
Mari bermain, bahagia kita mungkin di sana

Aku bilang ingin sehelai kain
Kau ambilkan benang rajut berwarna
Aku lihat hujan ini berangin
Maka mari buat sebuah bendera!

Tapi mengapa kau diam tampak kecewa?

Lalu,
Selembar kain itu aku bawa pergi
Jadi kibaran,
Kini kuingin kau berlari, menari dalam hujan
Atau... paling tidak, jangan diam!
Beri aku lagu dan tepuk tangan

Di sudut sana,
Selembar kain tak kau kibarkan...
Kamu : berselimut sisa kain yang aku tinggalkan
Mengeja lagi lembar-lembar hujan

Aku masih menari di bawah rinai
Lantang namamu di bibirku hanya hilang
Hanyut dikacau guruh berderai
Di sini aku : hanya ingin kita bersenang-senang

Ini sudah pagi yang baru, Kawan
Aku dan kamu,
Apakah tak lagi selangkah sejalan?
Apakah salah, aku membaca sinar matamu
Di kala hujan?

  • view 205