Pagi, Langkah dan Jalanan (1)

Bina Raharja
Karya Bina Raharja Kategori Puisi
dipublikasikan 15 Juli 2016
Pagi, Langkah dan Jalanan (1)

Pagi lalu aku dan kamu
Selangkah satu pada sejalan waktu
Laju tawa mengejar angin asa
Bersama, dalam mimpi kisah-kisah surga

Kau bilang ingin melukis awan,
Aku ambilkan cat susu putih murni
Aku katakan hendak berpuisi
Kau tuliskan dengan tinta berlian

Derai hujan adalah irama tawa
Biar basah, sinar matamu bicara
Aku baca itu : biar dunia menggoda,
Mimpi kita tetap surga

Kau bilang ingin sehelai kain
Aku ambilkan segulung benang rajut
Aku tahu hujan selalu dingin
Maka mari buat sebuah selimut

Tapi kau jahitkan suatu bendera

Lalu,
Selembar kain itu kau bawa pergi
Jadi kibaran,
Kini kau kejar tepuk tangan

Di sudut lain,
Sehelai benang kau lupakan...
Aku : berselimut sisa kain yang kau tinggalkan
Mengeja lagi lembar-lembar hujan

Kamu masih menari di bawah rinai
Lantang namamu di bibirku hanya hilang
Hanyut dikacau guruh berderai
Di sini aku : hanya tak ingin kau nanti meriang...

Ini sudah pagi yang baru, Kawan
Aku dan kamu,
Apakah tak lagi selangkah sejalan?
Apakah salah, aku membaca sinar matamu
Di kala hujan?

  • view 216