Susun

Bina Raharja
Karya Bina Raharja Kategori Puisi
dipublikasikan 12 Juli 2016
Susun

Pagi ini, aku memunguti lagi sisa-sisa perasaan semalam. Aku seorang seniman yang lintang-pukang menyelamatkan karya-karya sastra di perpustakaan saat kebakaran. Tak ingin sehelai huruf pun tertinggal.
Dari bongkah nyata hingga serpih di udara, aku genggam erat kuat-kuat. Seperti kemarin, seperti tempo hari, seperti dulu seperti yang sudah dan yang telah berlalu. Aku selalu begitu, setiap kali semua menjadi berantakan, tak karuan.
Aku bisa menghabiskan sepanjang hari hanya untuk menata ulang perasaan, menyusunnya dengan asyik bak anak kecil yang lupa makan dan enggan tidur siang karena mainan bongkar pasang.
Aku tidak bosan, tidak pernah! Karena ini bukanlah sebuah kesia-siaan semata. Aku hanya harus memastikan, perasaanku kembali utuh demikian rupa.
Karena setiap kata-katamu, atau tatap matamu, atau senyummu, atau hela napasmu, atau bahkan detak jantungmu, atau... Ah... Kamu. Kamu selalu mampu meluluhlantakkan dengan sempurna susunan perasaanku.
Pecah! Berantakan, beterbangan, melayang kian kemari, menari-nari!
Seperti itu setiap kali. Dan aku bahagia, aku bahagia untuk selalu menyusun perasaanku lagi dan lagi.
Aku bahagia mempersiapkan diri, menikmati luluh lantak yang indah saat jatuh cinta padamu, berulang, berulang, dan berulang kal...

  • view 111