Perihal Urusanmu yang Bukan Urusanku

Bina Raharja
Karya Bina Raharja Kategori Inspiratif
dipublikasikan 21 Juni 2016
Perihal Urusanmu yang Bukan Urusanku

"Nerakaku bukan urusanmu, apalagi surga belum tentu jadi milikmu!"

Mari kita coba buat yang lain:

"Laparku bukan urusanmu, apalagi kenyang belum tentu jadi milikmu!" kata pengemis (sungguhan), mungkin dia tidak mau disedekahi makanan (?)

"Bokekku bukan urusanmu, apalagi kaya belum tentu jadi milikmu!" kata si miskin, mungkin dia tidak mau disedekahi uang (?)

"Sakitku bukan urusanmu, apalagi sehat terus belum tentu jadi milikmu!" kata seorang pasien kepada dokter, mungkin si pasien tidak mau diobati (?)

"Bodohku bukan urusanmu, apalagi jenius belum tentu jadi milikmu!" kata seorang murid kepada guru, mungkin si murid tidak mau sekolah (?)

"Rumahku bukan urusanmu, apalagi rumah ini belum tentu jadi milikmu!" kata seorang bapak pada seorang anak, mungkin si bapak tidak mau memberikan warisan rumah ke anak itu.

Sudahlah, cukup tahu mereka tidak mau, lalu biarkan.
Biarkan pengemis lapar, si miskin melarat, si sakit akut, si murid bodoh, dan... Si bapak tidak memberikan warisan rumah.
Apalagi ternyata si anak bukan anaknya si bapak!

Tetapi janganlah berhenti menawarkan pemberian, jangan berhenti memberi, jangan berhenti berbagi. Karena masih banyak yang mau menerima. walau sekedar nasi bungkus, uang 'kecil', setetes obat, ilmu, atau sekedar semangat, nasihat dan senyuman).

Kita bukan orang-orang egois dan pelit. Jadi tetaplah memberi, tetaplah berbagi (pada yang butuh mau) ^^

Dilihat 396