Orang Tua : Kata-Kata Mereka

Bina Raharja
Karya Bina Raharja Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Januari 2016
Orang Tua : Kata-Kata Mereka

Rangkaian aksara ini lahir di antara derai air mata. Saat ucapan kangen dari mama terbata dalam isaknya. Saat ungkapan bapak yang menginginkan pertemuan pun tertahan dalam diamnya. Sementara, aku terpisah. Berada di kota hujan yang menjajikan medan perjuangan demi masa depan...

?

Mama,,,Bapak,,,

?

Andai mampu engkau tumpahkan segala kata-katamu, mungkin ini yang akan kudengar ::...

?

??????? "Nduk, memilikimu adalah bagai menggenggam bara lilin harapan yang bersinar. Tak panas, karena engkau menghangatkan malam hidupkui yang kian beku...

???????? Nduk, merawatmu adalah bagai kerang membentuk mutiara.Walau sakit, tak akan teras. Karena engkaulah mutiara masa depanku...

???????? Nduk, mendengar celoteh riang tawamu adalah bagai menikmati semilir angin. Kadang, walau tak kau ungkap, senyummu pun menghapus siang terik yang kaku...

?????? ? Nduk, kala tangismu mengalir di sudut malam yang kelam, maka akulah tempatmu mengadu. Biar kudengar duka laramu, biar kusentuh hatimu yang kelu...

?

???????? Nduk, andai kau tahu, tak pernah? sedetik pun aku ingin jauh darimu. Aku masih ingin menimangmu, bercanda dan banyak-banyak menatap wajahmu...

???????? Nduk, saat jauh darimu, rasa hati tiap detik merindukanmu. Khawatir tentang keadaanmu di sana, cemas akan kesehatanmu, gelisah memikirkan hari-harimu...

???????? Nduk, membayangkan senyum bahagia di wajahmu akan kata 'sukses' adalah pelipur lara di tiap sela sudut kangenku. Untuk itu aku akan bertahan sampai kapan pun. Aku yakin, ke mana pun, kau pasti pulang dengan senyum itu...

???????? Nduk, tiap helai napasku adalah doa untukmu. Di mana pun, ingatlah, aku menitipkan cinta dan kasihku pada jari-jemari Illahi di tiap jengkal nadimu.

???????? Nduk, butir peluh, air mata, bahkan darahku untukmu adalah ukuran cintaku yang ingin kusisipkan dalam tiap denyut jantungmu, beriring doa dari titik pusat jantungku...

???????? Nduk, demi bahagia dan mimpi murnimu, biar kau kulepas dahulu, untuk mengenal alam hidupmu. Dan,pulanglah... Kapan pun kau mau. Karena di sini, aku selalu menunggu...

???????? Nduk, lihatlah....

Dua orang penjagamu yang dahulu tangguh, kini kian ringkih termakan waktu. Detak napas dan hembus nadinya tak lgi utuh. Jiwanya merapuh, raganya makin lemah tiap langkah menempuh...

???????? Kau tahu, Nduk ??

Kau lah sumber hidupku. Cinta kasihku tetap utuh untukmu...

?

???????? Pergilah,terbanglah tinggi demi citamu !!!

Dan kau selalu tahu, Nduk... Di sini tempat kembalimu...

Karena saat mimpi itu dalam pelukanmu, saat itulah kulihat senyum murnimu...

???????? Lalu,... Nduk,,,,,

Pulanglah !!!

Karena kau pun tahu, Di tempat ini aku selalu merindumu. Di sini aku selalu menantimu.

Cepatlah pulang, Nduk... Sinari sisa hidupku........."

?

?

Sudut kamar, Mei 2011

  • view 442