Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 12 Mei 2016   16:48 WIB
Sebuah Angka Yang Terlupa

Aritmatika hari telah mejadi geometri dalam deret waktu yang kulalui

          Integral pun telah mengubah cosinus menjadi sinus abadi dalam hati

Namun, rasa ini adalah fungsi yang tak terdeferensialkan

          Bagai matriks identitas yang kehilangan jati diri

Lepas, melayang, melesat !!!

          Menembus segala dimensi dan ordo dengan determinan tak pasti.

Ia membentuk garis lurus linier, yang kian bergerak menjadi vektor asimtot sepanjang sumbu positif dan negatif

          Tanpa limit konvergen

 

Sementara itu, tiap persamaan dan pertidaksamman dalam dirimu,

          Telah kucoba urai dengan berbagai rumus baku

Dari operasi aljabar sederhana, hingga logaritma.

          Tetap saja, nol hasilnya.

Tak pernah ia berpindah dari noktah pusat sumbu.

 

Tahukah ??

           Aku selalu berharap memiliki rumus lebih untuk memahamimu,

Menarik linier hatimu hingga menyinggung kurva hatiku.

           Aku ingin memberi plus dan melengkapi minusmu,

Menjadi suatu bilangan rasional yang jelas terukur.

 

Namun,

            Kamu terlalu kompleks

Hingga semua baris bilangan Real yang aku miliki,

Tak sanggup membuktikan keabsahan alur logikaku untuk

            Memilikimu

Membawamu menjadi salah satu elemen yang menyempurnakan matriks hidupku.

 

Tak bisakah??

            Maka,

Aku hanya berharap, jika ada sebuah fungsi yang memetakanmu,

            maka akulah pasangan pemetaan itu untukmu.

Dan

            Jika tidak ada,

Maka harus kurela menjadi sebuah noktah di luar himpunan kisahmu.

            Atau sebuah pencilan dari data jejakmu.

Aku diam, dan cukup bersyukur

            Setidaknya, Sang Maha Penghitung telah menjadikanku sebagai bagian terkecil,

Dalam semesta matematika hidupmu.

 

Sebagai

                      Sebuah Angka Yang Terlupa

 

 

 

Sudut Kamar, 2 Oktober 2011 (21.29)

*Snailly

Karya : Bina Raharja