(8) Sang Angin : Biologi

Bina Raharja
Karya Bina Raharja Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 25 April 2016
(8) Sang Angin : Biologi

Di kelas 1, aku berkutat dengan biologi tumbuhan dan hewan. Mungkin Biologi di kelas 2 menerangkan banyak tentang manusia. Jadi, Mas Bimo akan menjelaskan biologi manusia. Biologi tentang hubungan sesuatu entah apa dengan degub jantungku yang kian cepat jika berada di dekatnya. Padahal dia bukanlah sesuatu yang bisa mempercepat metabolisme, kan? Atau tentang hawa panas yang juga entah apa sehingga pori-poriku menghasilkan lebih banyak keringat saat berbicara dengannya.

Yang akan aku lakukan adalah mendengar dengan seksama semua penjelasan darinya, aku akan menatap dia saat menerangkan padaku apa yang aku belum paham. Aku akan memperhatikannya saat dia membaca dengan serius, entah untuk mencari jawaban atas kebingunganku, atau kebingungannya sendiri.

Aku dan Mas Bimo kembali berjalan beriringan ke kelas. Kami sama-sama tidak menyangka akan penunjukkan ini. Dia mulai sibuk mengucapkan kata-kata untuk merendah, sedangkan aku baru sadar, aku baru sadar! Ini adalah hal yang luar biasa! Aku akan menjadi perwakilan sekolah untuk sebuah lomba! Entah bagaimana, rasa bangga itu bercampur aduk dengan rasa senangku karena akan belajar bersama Mas Bimo, menghasilkan tekad yang kuat dalam diriku. Aku harus banyak membaca, berlatih, dan bertanya. Aku harus mengejar materi, paling tidak aku membaca sampai materi Biologi kelas 2 yang sekarang sedang dipelajari Mas Bimo. Selain membaca, aku akan membuat rangkuman materi setiap malam, dan menyiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk guru Biologi yang membimbing esoknya.

Di tikungan lorong saat aku harus berpisah dengannya, aku beranikan diri mengatakan sesuatu.

"Ajari aku ya, Mas, hehehe,"

"Iya, kita belajar sama-sama aja deh, Ra, hehehe,"

Kemudian dia berlalu, kembali ke kelasnya. Aku pun berjalan ke kelasku. Senyum senang, tapi hati berdebar karena tegang. Aku melangkah cepat menuju kelas. Mulai besok, saat aku belajar bersamanya, akan kurasakan hembusan angin sejuk persawahan yang menuju di perpustakaan. Angin lembut mengayun rasa ingin tahuku, tentang biologi perasaan ini.

Ah, atau mungkin dia hanya hembusan tanpa bisa menjelaskan apapun, seperti halnya ia tak bisa dijelaskan oleh Biologi baik yang kelas 1 atau yang kelas 2 sekalipun...

  • view 70