BIAS

Ujank Ahmad Solihin
Karya Ujank Ahmad Solihin   Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 18 April 2016
BIAS

Cerita panggung rakyat bertopeng semu
Ini bagian pada pertunjukan tak layak disimak
Jemu payah terpaut larangan nestapa
Penggambarannya berpekat jemu lumrah bertikai
menghujam robohnya kepercayaan

Selalu terkotak-kotak memang dilalui dengan mengiba-iba tapi kuasa nyata
Sebuah topeng berkarat dosa tempelkan saja buatnya
Sandaran kepalsuan terus dilagukan berpoya-poya
Semua akan berbalas berbilang kemunafikan
Saksikan pula luapan berbuah racunnya

Katanya mau akur
Sedulur,
Berurai makmur
Satu kata satu sumur
Beriringan jalan tapi tersungkur
Tersaji bau kencur

lalu usang saja jadinya
Terkoyak-koyak nuansa leburan punah
Mencari-cari kini dipenghujung luka merobek asa
Siapa, apanya, dimana garis akhir ini..?

Berbilang sudah melangkahi lebih
Namun kocekan berlama-lama dialasi suguhan datar
Sorak berpeluh badai
Menguji ramai
Hamparan berujung dimensi lolongan kabur
Itulah, inilah sajiannya
 
Sumber Gambar : Google 

  • view 147