hanya lewat tulisan tanpa lisan

bi espiritu
Karya bi espiritu Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Februari 2016
hanya lewat tulisan tanpa lisan

Untuk ayah-ku,,,cepatlah engkau sembuh.

bukan kah itu hanya penyakit kecil bagi mu.

bukankah kau sering merasakan sakit itu.

seharusnya itu penyakit kecil.

seharusnya kau bisa menerima dan ikhlas dari rasa sakit penyakit itu.

bukannya aku tak mau, aku hanya takut

takut akan pikiran masa kecil-ku terjadi,

seharusnya aku senang dengan ini karna pikiran masa kecil dengan keegoisanku tiba ( salah satu alasanku untuk memotivasiku) tapi alasan ini untuk mu. bukankah jika ku bahagia dan berhasil, kau pun turut bahagia?

tapi kini?.....kau harus sehat, aku yakin kau segera sehat, tiba-tiba aku tidak pernah bisa membayangkan jika kau pergi. aku belum selesai membuat surgamu, aku belum selesai menyakiti hatimu.

bukannya ku marah,

aku hanya tak bisa melihatmu

aku malu untuk melihatmu karna ku belum menjadi seperti yang kau mau.

karna itu, sebenarnya aku membenci 2 kata yang sering kau ucapkan

"sing pinter" bukan kah itu terlalu umum???

pinter apa? hal apa? bidang apa? bagaimana kalau aku pintar membuat bom? bagaimana kalau aku pinter membohongi orang? bagaimana kalau aku pinter membodohi orang? aku harus pinter apa? apa guna pinter? aku selalu menyepelekan 2 kata itu....hingga ternyata kini ketika kau ucapkan lagi dengan selang di beberapa bagian tubuh mu 2 kata itu tiba-tiba begitu berarti bagiku tapi ahh aku tetap membencinya bahkan aku bingung mendengarnya ketika kau mengucapkan itu, antara aku harus mencerna maksud mu dan menangis atau tertawa dan tidak adakah pesan lainnya untukku?selain itu? .....dann pada akhirnya, aku hanya tanpa ekpresi dan tak peduli.

bukannya aku dendam,

tapi aku belum selesai membangun surga untukmu.

bukannya aku jijik atau tak peduli

tapi aku tak bisa menerima rasa sakitmu, aku tak tega, aku takut salah dan kau semakin sakit.

bukannya aku tak mau melihatmu,

tapi aku takut air mata ini mengalir dan kau pun ikut berkaca-kaca.

aku tak suka memiliki karakter itu. bahkan aku membenci perasaan dan pikiran ini.

sebenarnya apa makna dari air mata itu. kenapa kau ikut mengalirkannya??? ahhh mungkin itu keringat atau mengantuk atau mata lelah.

mungkin orang lain yang melihatku beranggapan aku seolah biasa saja, baik- baik saja dan tak peduli.

tapi itu tak lain aku berkeyakinan kau akan baik-baik saja.

?

jangan pergi dulu, anak mu masih belum selesai membangun surgamu.

bahkan masih bingung pintu surga mana yang harus dilalui.

maafkan ku yang hanya bisa mengungkap kan ini lewat tulisan tanpa lisan.

padahal aku tau, kau sangat ingin mendengar suaraku.

aku takut kalau lisan akan berbeda ama batin.

batin: tetaplah sehat dan berbahagialah

lisan : jangan pergi dulu, dendamku belum selesai. *enak banget langsung pergi, yang disini belum selesai. *aku bahkan gak tau cara membalas dendam.

?

aku pernah membayangkan atau mungkin (yang benar) telah menduga,

jika itu benar,,,nyata,,,kau pergi lebih dulu mungkin aku tidak akan menangis pada hari itu dan aku pun ikhlas tanpa embel-embel apapun. tapi beberapa hari kemudian mungkin tidak bakal keluar kamar. lucu.

tapi ternyata kini, dari awal ketikan hingga akhir keringat pun muncul terus bercucuran.

itu tanda kau akan baik-baik saja sehat dan sembuh.

hal lucu lainnya adalah kau selalu mengingatkan menjaga kesehatan dan menganjurkan olahraga tapi malah kau yang lebih dulu sakit dan mengkhawatirkan banyak orang, lalu apa gunanya aku sehat jika kau tetap sakit. bukankah sama saja kita sedang saling menyakiti.

?

?

  • view 121