TANDA TANYA

Beferly Bef
Karya Beferly Bef Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 30 Desember 2016
TANDA TANYA

Setiap hari,  bagiku hanya menghabiskan waktu di dalam kamarku.  Di sela sela kesibukan ku yang begitu padat merayap aku selalu mencuri waktu.  Mengambil sedikit waktu untuk merefresh otak ku yg begitu penat,  penat dengan urusan pribadi,  menurut aku ini manusiawi.  Tapi mereka berkata aku sedang berimajinasi. 

Ini bukan imajinasi,  ini tentang rasa.  Rasa yang begitu sulit aku tepis, rasa yg begitu sulit aku lawan.  Sesungguhnya ini bukan bagian dari karaktar aku.  Aku si aries yg pantang di sakiti, yang pantang fi cuekin.  Kalau aku tidak di peduli aku akan memilih pergi dan ga akan kembali. 

Tapi kali ini beda, aku seperti mati kutu di depan dia (dia yang gak akan pernah kusebutkan namanya). Aku kelepek kelepek di buatnya.  Hanya melihat wajahnya saja itu bahagiaku.  Mendengar suaranya saja itu sudah cukup buat aku.  Yaaaaa.... Hy sebatas itu.  Ga lebih.  

Aku juga bingung, menariknya di mana, tetapi hati ini Mentok di sana.  Aku mengagumi dalam diam,  hanya dengan tulisan aku luapkan semuanya. Bagi aku terlalu malu untuk memilih teman bercerita.  Aku lebih pilih bungkam seribu bahasa,  tulisan dan tulisan yang aku jadikan senjata. 

Setelah aku lewati hari hari bersamanya,  aku bahagia,  tapi entah kenapa terlihat perbedaan antara aku di samping nya, dengan aku jauh darinya.  Dia begitu perhatian di saat kita jalan bersama.  Dia begitu cuek di saat jarak memisahkan kita.  Chatingan ku begitu cepat di baca kalau aku berada tidak jauh dr dia.  Disaat aku jauh slow respon mulai merajalela, 

Oke, aku cukup mengerti kesibukan dia bekerja.  Tapi taukah kamu.....????  Aku sedih,  kesel, hilang semangat.... Kalau kamu tak ada.  Padahal dia cm pria sederhana,  tapi bagiku itu bukan prioritas utama,  aku ga butuh uang, ga butuh mobil mewah, ga butuh jabatan.  Ga butuh kepuasan.  Aku cuma butuh kamu,  senyummu,  candamu.  Cuma itu...

Aku sering bertanya, KENAPA?kenapa dia selalu ada waktu untuk aku di saat aku di sana... tapi jawaban itu tak pernah aku dapatkan. Dia memilih diam,  bungkap, dan menghilang. Dia ga akan menyapa aku duluan.  Selalu aku yang harus menurunkan ego ku untuk menyapa.  Di sini aku bingung di buat nya. 

Tanyaku ga pernah usai.  Kenapa pegangan tangan?  Kenapa ada pelukan?  Kenapa ada ciuman?  Dan lagi dia menghilang dr chatingan. Kalau itu jadi pertanyaan.  Apa dia ga punya alasan atau ga punya jawaban, atau memang tak py rasa.  Atauuuuuu dia sedang menyembunyikan perasaan nya? Dengan alasan ini semua tidak pantas.  Bukan waktu yang tepat. Apa begitu???? 

Entah......!!!!

  • view 239