Sesaat tapi ada, sekilas tapi nyata

Beferly Bef
Karya Beferly Bef Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 29 Desember 2016
Sesaat tapi ada, sekilas tapi nyata

Kisah ini begitu pilu, aku terpuruk dalam keadaan yang tidak selayak nya. Semua begitu berarti dan tidak akan pernah basi.  Aku terdiam dalam tangis.  Tangis yang tak bisa pecah.  Aku terlalu kuat untuk semua ini.  Selain terlihat kuat di depan org banyak, aku malu pada diri sendiri.  Disaat aku mau menangis aku lebih memilih untuk menunggu hujan turun,  agar aku bisa berjalan di deras nya hujan, agar tidak ada yang tau kalau aku sedang menangis. 

Ku coba menguak sedikit kisah walau hanya dengan tulisan, mungkin bisa membuat aku sedikit lega.  Tak ada cara buat aku untuk melepaskan semua beban ini. 

Cinta yang begitu dalam kepada seseorang membuat ku menderita, krn tak bisa, tak bisa dengan alasan positif.  Keadaan yang salah,  kondisi yang salah. Terlambat,  sangat terlambat. Tapi bisa sedikit berbalas,  walau pun tanpa, ucapan,  tanpa kiasan,  tanpa ada satu penjelasan.  Entah apa itu.  Entah aku di permainan kan, atau di manfaatkan karena Cinta yang 100%. Setiap kali aku bertanya, hy diam yang ku dapatkan.  

Sebenarnya tidak ada harapan yang berlebihan yang aku gantungkan. Aku hanya ingin bahagia pada saat ini saja,  ingin tersenyum saat ini saja.  Bukan untuk selamanya, bukan untuk memiliki, bukan untuk menjebak.  Aku hanya mau sekejab saja,  berbalas dengar saja sampai tiba waktunya aku harus pergi. 

Aku tidak egois dalam hal rasa,  aku bisa sportif di saat dia sudah punya pilihan yang sempurna. Aku akan mundur dan pergi,  menlanjudkan hidup ku yang tak pasti.  Aku hy mau sekilas tapi ada, ada rasa,  sesaat tapi nyata.  Ke inginanku cukup simple.  

Tapi aku hy mendapatkan diam.  ....diam.... Diam. 

Mungkin aku bukan orang yang peka,  yg bisa membaca bahasa tubuh.  Aku hy butuh satu ucapan saja. Tidak perlu penjelasan panjang x lebar x tinggi. Sedih yg amat sangat ku rasakan.  Saat aku merasa seperti sampah banjir bandang. Yang terbawa arus yang tak tau arah dan tujuan. 

Yang tergores di pikiran ku,  aku hy sampah.  

Yang datang..... 

Di tiduri..... 

Lalu pergi..... 

Padahal bahagia ku cukup dengan kamu menanyakan kabar aku.  Bukan tempat tidur...

  • view 156