The Science of Love: Mekanisme Jatuh Cinta

B.R. Karya
Karya B.R. Karya  Kategori Psikologi
dipublikasikan 06 Maret 2016
The Science of Love: Mekanisme Jatuh Cinta

Ah, cinta. Lagi-lagi cinta. Apakah sebenarnya ia? Apakah sekedar gejolak dalam dada? Ataukah ia bagian dari tali takdir yang menyatukan dua jiwa? (duh galau). Para filsuf dari jaman Yunani kuno sampai ilmuan jaman sekarang masih belum sepakat dalam pengertian cinta. Kata Plato cinta itu dibagi lima. Kata seorang blogger galauer, "Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian."

Tapi kita gak akan bertele-tele tentang definisi cinta karena kepanjangan (dan males nulisnya). Kita toh juga sudah tahu bila kita sedang dilanda asmara. Yang akan dibicarakan di sini hanyalah behind-the-scene-nya cinta.

Apa sih yang menyebabkan kita jatuh cinta? Kenapa harus jatuh cinta sama dia? Kemudian pertanyaan fenomenal paling utama: BAGAIMANA KITA BISA MEMBUAT ORANG YANG KITA CINTAI JATUH CINTA SAMA KITA TANPA PAKAI PELET DAN GUNA-GUNA? (sori lebay hehe).

Berdasarkan studi ilmiah oleh Arthur Arun, rata-rata hanya dibutuhkan waktu 90 detik sampai 4 menit untuk menentukan apakah si doi bakal jatuh cinta atau nggak sama kamu. Cuma beberapa menit doang, coba! Gila gak?

Dari studi tersebut, Si Arthur ini menyimpulkan:

  • 55% peran dimainkan oleh bahasa tubuh. Otak si doi bakal mendeteksi aktifitas pergerakan tubuh kamu dan menentukan apakah ia menerima isyarat cinta atau tidak.

  • 38% ditentukan oleh suara yakni nada suara kamu dan perubahan frekuensi.

  • 7% adalah reaksi dari pernyataan atau pemilihan kata kamu. (Nah loh! Jadi bikin puisi berirama cantik buat si doi percuma dong?!)

?

Tiga Tahapan dalam Jatuh Cinta

Sebuah studi dilakukan di Rutgers University, Amerika Serikat. Studi ini mengungkapkan ada tiga tahapan dalam jatuh cinta yaitu nafsu (lust), ketertarikan (attraction), dan keterikatan (attachment). Setiap tahap melibatkan berbagai jenis reaksi kimia dalam tubuh khususnya otak. Ada berbagai hormon pula dalam tubuh yang membantu merangsang semua tiga tahap tersebut baik secara mandiri maupun bersama-sama.

?

Tiga tahapan dalam jatuh cinta.?(via?Dailymail)

?

Tahap Pertama: Nafsu a.k.a Cinta Berawal dari Birahi Belaka

Tahap pertama dalam cinta didorong oleh hormon seks testosteron dan estrogen, baik pada pria maupun wanita. Estrogen dan testosteron inilah yang membangkitkan gairah nafsu dalam otak.

?

Tahap Kedua: Ketertarikan a.k.a Kaulah Semata

Inilah tahap seseorang itu kasmaran alias mabuk cinta alias kesengsem (kalo kata orang Jawa). Cuma doi seorang yang ada dipikiran kamu. Lagi makan keinget doi. Pengen tidur keinget doi. Di WC keinget doi. Duit abis keinget doi. Hadeuh.

Para ilmuan cinta berkata bahwa ada tiga neurotransmiter?yang bekerja dalam tahap ini: adrenalin, dopamin, dan serotonin.

Adrenalin

Fase awal-awal kesengsem sama si doi itu mengaktifkan respon stres pada diri kamu yang meningkatkan kadar adrenalin dan kortisol dalam darah. Akhirnya kamu kalo ketemu si doi jadi keringetan padahal nggak hareudang. Jantung kamu pun berdebar-debar alias cenat-cenut alias doki-doki. Mulut jadi kering dan susah bicara.

Dopamin

Ilmuan cinta, Helen Fisher, melanjutkan studi tentang cinta dengan menjalankan sebuah tes pada dua sejoli yang dimabuk cinta. Amat mengejutkan ketika ia mengetahui otak keduanya dipenuhi oleh dopamin dalam kadar tinggi. Dopamin ialah zat kimia yang menstimulasi perasaan senang pada tubuh.

Setelah penemuan ini, ia menggambarkan bahwa pikiran sang lelaki dan wanita itu sama nge-fly-nya seperti orang yang mengonsumsi kokain! Dopamin memang stimulan alami yang membuat kamu merasakan kegembiraan yang luar biasa (ecstasy).

?Ciri-ciri orang dengan dopamin tinggi,? lanjut Fisher, ?di antaranya energi yang bertambah, kurang butuh makan dan kurang butuh tidur [mungkin karena perasaanya gak laper atau gak ngantuk, red], perhatian yang terfokus pada pasangan termasuk terhadap hal-hal kecil dalam hubungan keduanya.?

Serotonin

Kemudian yang terakhir serotonin. Inilah zat kimia cinta yang membuat kamu memikirkan tentang si doi melulu, yang membuat kamu nge-chat doi cuma buat tanya, ?Ud emam lom?? Terus doi jawabnya udah. Terus kamu bales lagi, ?Ciyus miyapah.? Hadeuh hadeuh.

Namun Sandra Leslang dan kawan-kawan melaporkan bahwa kadar serotonin pada pria berbeda dengan wanita. Kadar serotonin pada pria lebih kecil sementara pada wanita kebalikannya.

?

Tahap Ketiga: Keterikatan a.k.a Mari Kita Hidup Bahagia Berdua Selamanya (Ecieee)

Keterikatan atau attachment adalah yang menyatukan dua sejoli untuk punya anak (abis nikah dulu tentunya). Para ilmuan cinta mengatakan ada dua hormon yang berpengaruh besar dalam keterikatan ini: oksitosin dan vasopresin.

Oksitosin atau Hormon Emong (Cuddle Hormone)

Oksitosin (OT) adalah hormon yang dilepaskan oleh pria dan wanita saat puncak nafsu. OT mempererat rasa keterikatan dan membuat pasangan merasa lebih dekat satu sama lain setelah berhubungan, ahem, intim. OT, yang juga dilepaskan saat ibu melahirkan, juga dapat mempererat hubungan antara ibu dan bayinya. OT juga yang bertanggung jawab melepaskan ASI ketika sang bayi merengek minta susu (tapi kalau suaminya yang merengek gak tau deh, hehe).

Vasopresin

Vasopresin dikenal juga sebagai anti-diuretic hormone (ADH) yang bekerja bersama ginjal mengendalikan rasa haus. Hormon ini juga dikeluarkan dalam jumlah banyak setelah berhubungan (ahem).

Sebuah tes lagi-lagi dijalankan atas nama cinta. Kali ini korbannya adalah sekelompok prairie vole, sejenis hewan pengerat mirip tikus dan marmut asli Amerika Utara. Tikus marmut ini mirip manusia karena ikatan yang kuat antar pasangan. Ketika beberapa tikus marmut jantan diberikan obat yang menekan efek vasopresin, hubungan dengan pasangannya langsung memburuk akibat mereka hilang kesetiaan dan gagal menjaga pasangannya dari godaan pejantan lain.

Prairie vole. Unyu yah??(via?Science News)

Intinya, vasopresin adalah hormon yang penting dalam menjaga sebuah hubungan yang memasuki fase long-term commitment agar awet dan tahan lama (kayak obat kuat ajah).

Sebagai penutup, berikut ini kiat bagaimana jatuh cinta:

  1. Carilah orang yang belum pernah kamu kenal.

  2. Ungkapkan tentang diri masing-masing secara lengkap mendetail selama setengah jam.

  3. Pandang mata masing-masing (maksudnya kamu pandang matanya, dia pandang mata kamu) tanpa berkata-kata selama empat menit.

Cara inilah yang dilakukan oleh Si Arthur Arun dalam penelitiannya. Hasilnya? Banyak kelinci percobaan profesor dari York tersebut yang mengaku bahwa setelah eksperimen selama 34 menit, mereka merasa tertarik dengan pasangan yang baru dikenalnya. Bahkan kemudian ada dua pasangan dari para kelinci percobaan itu yang menikah! Cinta emang gila!

?

Daftar Pustaka:

Your Amazing Brain. The science of love. Maret 2016. http://www.youramazingbrain.org/lovesex/sciencelove.htm

Examined Existence. (2013, Juni 25). Why we fall in love: the science of love. Maret 2016. http://examinedexistence.com/why-we-fall-in-love-the-science-of-love/

BBC. The science of love. Maret 2016. http://www.bbc.co.uk/science/hottopics/love/index.shtml

?

Thumnail:?https://i.ytimg.com/vi/oT5qeQft5CE/maxresdefault.jpg


  •   Kurirperasaan063
     Kurirperasaan063
    1 tahun yang lalu.
    Psikolog jebolan mana ya,, keren nih, Mantap,

  • Dicky Armando
    Dicky Armando
    1 tahun yang lalu.
    Ini yang dulu bikin saya masuk jurang, Bang! hahahahaha

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    abis 'jatuh' karena tulisan, ketemuan, trus 'jatuh rasa' beneran yaudah apapun namanya, nikmati saja rasa itu #apasih

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    kalau jatuh cintanya bermula dari tulisan, masuk mana Pak?

    • Lihat 3 Respon