The Science of Stress, Anxiety, and 'Galau'

B.R. Karya
Karya B.R. Karya  Kategori Psikologi
dipublikasikan 02 April 2016
The Science of Stress, Anxiety, and 'Galau'

“Banyak orang mendefinisikan galau sebagai sebuah bentuk perasaan yang kurang nyaman, sedih, gelisah, menyesal, bingung, dan sebagainya.”

- Fandi Sido


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), galau bermakna sibuk beramai-ramai, ramai sekali, atau kacau tidak keruan (pikiran). Sementara menurut masyarakat, seperti yang telah saya kutip dari Fandi Sido, pengertian galau jauh dari itu. Hmm, sepertinya memang definisi galau agak rancu.

Tetapi artikel ini dibikin atas permintaan Anis Ekowati yang sepertinya sedang 'galau' dengan skripsinya. So, galau di sini adalah galau menurut pengertian umum. Namun demikian, pengertian umum galau yang masih beragam perlu kita seragamkan.

Seorang pakar dari University of Abalabal, B.R. Karya, Ph.p., menerangkan bahwa ketika kita sedang galau sebenarnya kita sedang merasa gelisah karena bingung atau ragu atas sebuah keadaan yang sedang dan/atau akan kita alami. Sotoy!

Gampangnya, galau = gelisah (Persamaan I)

Terus gelisah itu apa?

 

Gelisah di sini bukan singkatan geli-geli basah seperti yang digembar-gemborkan om-om mesum yang suka raba-raba perempuan di dalam angkutan umum. Bukan, bukan. Menurut Dr. Mercola, seorang pakar psikologi (eh, ini pakar beneran loh ya), rasa gelisah atau kegelisahan (anxiety) adalah “perasaan tidak nyaman, tidak tenang atau kekhawatiran yang berlebih.”

Masih menurut Mercola, kegelisahan merupakan suatu respon alami terhadap berbagai potensi ancaman yang muncul sehingga membuat tubuh kita menjadi lebih sigap dan waspada. Jadi sebenarnya, kegelisahan adalah hal yang menguntungkan karena membuat kita menjauhi mara bahaya dan merasa lebih awas.

 

Kegelisahan dan Stres

Terdapat beberapa perbedaan antara stres dan kegelisahan. Stres dapat timbul bersamaan dengan perasaan marah, sedih, atau bahkan kebahagiaan dan kegembiraan. Di sisi lain, kegelisahan hampir selalu muncul karena takut dan cemas akan sesuatu yang bakal terjadi di masa yang akan datang. Stres terjadi karena faktor eksternal (seperti berdebat dengan pasangan) sementara kegelisahan timbul sebagai respon dari faktor internal.

Meski adanya perbedaan tersebut, kegelisahan biasanya timbul berbarengan dengan peristiwa yang membikin stres (seperti berbicara di depan umum atau berbicara dengan gebetan). Oleh sebab itu, banyak pakar mengelompokkan kegelisahan dengan stres menjadi satu dan menganggap keduanya sama. Bahkan ada juga yang menganggap kegelisahan salah satu bagian dari stres.

Seorang pakar (Akkinson) mengatakan stres adalah suatu kondisi yang terjadi apabila individu dihadapkan pada kejadian yang didasarkan sebagai ancaman terhadap kesehatan fisik maupun psikologis. Di samping itu, ada perasaan ketidakpastian akan kemampuannya untuk menghadapi kejadian tersebut.

Sementara pakar lain yang bernama Douglas menyatakan stres sebagai kondisi 'tempur atau mabur' (fight or flight) yaitu reaksi fisiologis maupun psikologis yang timbul apabila individu menghadapi bahaya yang mengancam dirinya. Stres dapat terjadi apabila seseorang tidak dapat mengatasi masalah yang dialami kemudian menjadi tertekan dan tidak mampu memutuskan apakah ia bakal menghadapi ancaman tersebut atau lari (tempur atau mabur).

Definisi-definisi stres tersebut serupa dengan definisi kegelisahan yang dipaparkan Mercola. Dengan demikian, kita secara semena-mena dapat membuat sebuah persamaan baru.

galau = gelisah = stres (Persamaan II)

 

Power Ranger Galau/Gelisah/Stres

 

Sekarang kita sudah tahu bahwa galau sama dengan stres. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika kita sedang stres? Jawabannya adalah banjir hormon.

Setidaknya ada lima hormon-hormon yang bertanggung jawab memainkan peran ketika kita stres: adrenalin, norepinefrin, kortisol, estrogen dan testosteron. Tetapi tiga yang akan disebut berikut adalah pemain utamanya.

 

Adrenalin

Adrenalin diproduksi oleh kelenjar adrenal. Setelah mendapat sinyal dari otak bahwa situasi yang membuat stres telah terjadi, adrenalin akan dilepaskan ke tubuh. Adrenalin bersama dengan norepinefrin muncul segera setelah kita merasa tertekan. Contohnya ketika kita naik roller coaster, atau sedang naik motor tiba-tiba ada ayam nyebrang gak tengok kanan-kiri, atau mau nembak gebetan. Jantung berdebar, otot menegang, napas menjadi cepat dan berkeringat adalah efek yang disebabkan adrenalin ini.

Selain meningkatkan detak jantung, adrenalin juga memberikan loncatan energi yang kamu butuhkan untuk lari dari situasi berbahaya dan juga memfokuskan pikiran dan indera.

 

Norepinefrin

Norepinefrin adalah hormon yang mirip dengan adrenalin yang diluncurkan (halah bahasanya) oleh kelenjar adrenal dan juga oleh otak.

Tugas utama norepinefrin, seperti adrenalin, adalah arousal. Kalau diartikan arousal artinya penimbulan. Tapi kalau dilihat di kamus arousal bermakna "A state of heightened physiological activity". Hmmm, gak ngerti. Pokoknya, norepinefrin ini membantu mengalihkan aliran darah dari area yang tidak terlalu penting (misalnya dari kulit) ke area yang lebih esensial (misalnya otot) sehingga kamu bisa lari dari bahaya (misalnya foto mantan).

Meski norepinefrin terlihat gak penting karena sudah ada adrenalin yang fungsinya sama, Amit Sood, M.D., seorang pakar psikologi, menggambarkan bahwa kita memiliki kedua jenis hormon sebagai sistem cadangan. “Misal kelenjar adrenal tidak bekerja sebagaimana mestinya,” tuturnya. “Paling tidak saya masih memiliki backup yang bisa menyelamatkan saya dari bencana.”

Bergantung dari dampak jangka panjang yang membuat kamu stres – dan bagaimana kamu mengatasi stres – kondisi normal dapat diperoleh mulai dari waktu setengah jam sampai beberapa hari, kata Sood.

 

Kortisol

Kortisol adalah hormon yang biasa dikenal juga sebagai hormon stres dan diproduksi oleh kelenjar adrenal.

Butuh beberapa waktu lebih lama bagi tubuh untuk merasakan efek dari kortisol (sebenarnya beberapa menit). Hal ini dikarenakan pelepasan hormon stres ini rumit dan melibatkan dua hormon pembantu lainnya. (Penjelasan berikut agak panjang dan rumit jadi pelan-pelan saja bacanya.)

*Ahem*

Jadi, terdapat sebuah area dalam otak yang dinamakan amigdala. Amigdala ini bertugas mengenali dan menentukan apakah suatu sumber stres eksternal adalah sebuah ancaman yang riil. Jika iya, maka amigdala akan mengirim sinyal ke bagian otak yang dinamakan hipotalamus agar melepaskan hormon kortikoliberin (CRH). CRH lantas memberi tahu kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon adrenokortikotropik (ACTH). Pelepasan ACTH nantinya akan membuat kelenjar adrenal melepaskan kortisol. Wedew ribet.

Posisi amigdala dan hipotalamus dalam otak (via ship.edu)

 

Bila kita benar-benar sedang terancam bahaya, pada kadar optimalnya, kortisol bisa menyelamatkan nyawa. Kortisol membantu menjaga tekanan darah dan menekan beberapa fungsi tubuh yang tidak terlalu penting pada situasi tersebut, seperti dorongan seksual, kekebalan, metabolisme, dan pertumbuhan.

Meski demikian, terlalu banyak produksi hormon kortisol juga tak baik untuk tubuh. Itu karena kortisol menekan sistem imun tubuh, meningkatkan tekanan darah dan gula darah, menimbulkan jerawat, perut offiside (alias obesitas), dllysmnds (dan lain-lain yang saya malas nulis di sini).

 

Kiat Mengatasi Galau dan/atau Stres

Cara berikut ini dapat digunakan untuk menurunkan kadar hormon kortisol dalam tubuh sehingga mereduksi stres.

  1. Berolahraga secara teratur
  2. Meditasi (atau mendingan solat)
  3. Bersosialisasi
  4. Tertawa
  5. Mendengarkan musik (atau mending baca/dengerin Al-Quran)

Namun cara yang paling ampuh adalah dengan membereskan akar masalah penyebab galau. Kalau kamu dibikin galau sama mantan, buruan lupain! Kalau skripsi bikin kamu galau, cepetan dirampungin! Itu! *ala Pak Mario Teguh*

Demikian penjelasan galau dan solusinya yang rada abstrak ini. Terima kasih sudah membaca. *Ciao*

 

Daftar Referensi:

  1. Klein, Sarah. (2013, April 4). Adrenaline, cortisol, norepinephrine: the three major stress hormones, explained. Maret 2016. http://www.huffingtonpost.com/2013/04/19/adrenaline-cortisol-stress-hormones_n_3112800.html.
  2. Mercola. (2013, Desember 5). What anxiety does to your brain and what you can do about it. Maret 2016. http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2013/12/05/anxiety.aspx.
  3. Bergland, Christopher. (2013, Januari 22). Cortisol: why “the stress hormone” is public enemy no. 1. Maret 2016. https://www.psychologytoday.com/blog/the-athletes-way/201301/cortisol-why-the-stress-hormone-is-public-enemy-no-1.
  4. (2012, Agustus 29). Pengertian stress. Maret 2016. https://hidupdenganilmu.wordpress.com/2012/08/29/pengertianstres/.

 

Thumbnail


  • Dicky Armando
    Dicky Armando
    1 tahun yang lalu.
    Jika ada adrenalin, berarti galau itu campuran rasa tegang dan marah juga ya ... wah pengetahuan baru nih.

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    ^_

    • Lihat 5 Respon

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    bagusnya dibikin skripsi begini...saya puyeng kalo ngedefinisiin galau secara rancu lagi yaitu GEGANA = Gelisah Galau meraNA hahaha

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    gelar yang keren tongue laugh
    --> Pakar dari University of Abalabal, B.R. Karya, Ph.p.

    btw, boleh req. lagi gak Pak?

    *siap2 dilempar sendal

    • Lihat 4 Respon

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    tulisan yang keren, Pak Be-Er.
    terima kasih sudah menuliskan dengan lengkap.

    *keren mulu
    bahkan selalu ada referensinya surprised

    "Kalau kamu dibikin galau sama mantan, buruan lupain! Kalau skripsi bikin kamu galau, cepetan dirampungin! Itu!"

    pesan buat Pak Be-Er: buruan lupain mantan, Pak. Lupainnya sambil ngerampungkin skripsi yaa

    • Lihat 3 Respon