Bagaimana Menjadi Remaja yang Positif?

Belly Rismona Putri
Karya Belly Rismona Putri Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 27 Februari 2016
Bagaimana Menjadi Remaja yang Positif?

Saya sebenarnya bingung dan hampir memilih untuk tidak menuliskan ini. Setelah saya sadari, saya selalu memulai hal dengan kebingungan dan rasa pesimis, tidak jarang saya menyadari betul hal itu dan berfikir bahwa itu adalah hal yang tidak baik. I just wanna learn about my self. Saya ragu apakah saya benar-benar mengenali diri saya sendiri, atau bahkan saya sama sekali tidak mengetahui siapa saya sebenarnya? Saya adalah tipe orang yang tidak peduli pada komentar orang tentang diri saya, kadang hal itu berdampak baik, bagi saya, menjadi tidak peduli membuat saya terus fokus pada tujuan saya, tapi ternyata tidak selalu seperti itu nyatanya. Mendengarkan apa yang orang lain katakan tentang kita membuat kita belajar, jika memang perkataan itu membuat kita menjadi manusia yang lebih baik, kenapa tidak? Dan sebaliknya, perkataan yang salah tentang kita sebaiknya kita bungkus dan buang jauh-jauh, sehingga tidak memengaruhi semangat positif kita.

Teman-teman sebaya saya, yang saya perhatikan, khususnya perempuan, selalu bisa menjadi sebagaimana seharusnya perempuan, berdandan, meluaskan pergaulan, dan perubahan lain yang mereka yakini sebagai suatu hal yang baik. Tapi saya selalu melihat itu sebagai sebuah hal yang justru menimbulkan pertanyaan dari dalam diri saya, Apakah itu benar kamu? Mungkin pemikiran ini akan berbeda dengan pemikiran yang lain, karena saya yakin setiap orang pasti punya sudut pandang yang beda dalam melihat suatu hal. Bagi saya, kecantikan dari luar memang akan membuat kita terlihat menonjol, tapi menjadi cantik dari hati membuat kita dihormati, so, buat kombinasi itu sebisa dan sebaik mungkin.

Saya paling malas ketika saya harus membuka jejaring sosial Facebook, kenapa? Bukan karena fitur facebook membosankan atau yang lainnya, hanya saja ketika saya membuka facebook yang saya temui hanyalah kegalauan, keputusasaan, kebencian, dan makian. That?s all stupid things! Kadang juga saya berfikir, apa gunanya kita beragama tapi tidak tahu bagaimana caranya menyelesaikan masalah dengan kepala dingin? Berkata buruk hanya akan menimbulkan penilaian yang buruk terhadap diri kamu sendiri. Saya menyerah jika harus meng-unfriend teman facebook saya satu-persatu, karena tidak jarang diantara mereka adalah teman baik saya. Namun, dari hal itu saya mengetahui bahwa saya tidak cukup baik untuk mengajak teman-teman saya menjadi pribadi yang positif, jika saja ada pilihan ?tidak suka? terhadap sebuah status, mungkin saja saya akan memilihnya untuk saya berikan pada orang-orang yang berlaku demikian, tapi saya rasa Mark Zuckerberg masih sangat baik dalam menjaga perasaan orang lain, sehingga Ia cukup membuat pilihan ?suka, komentar, dan bagikan? pilih suka jika memang kita menyukai postingan itu, pilih komentar jika kita ingin mengapresiasi dan (mungkin) mengkritisi sebuah hal dengan baik dan tidak bersembunyi, serta membagikan postingan itu jika memang kita rasa hal itu adalah sebuah hal yang lucu atau bermanfaat.

And the question is.. bisakah kita menjadi remaja yang selalu menebar hal-hal positif? Being powerful is an act to love yourself and make your day!

  • view 235