Jaga Lisan Kita

Bella Savitri
Karya Bella Savitri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Februari 2016
Jaga Lisan Kita

Kita sudah sering kan, berpikir untuk memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan? Pernah ga sesekali memikirkan bagaimana sulitnya orang yg kita dzalimi melakukan recovery setelah kita sakiti?

Jawabannya pasti ga pernah kan? ya karena kita egois. Yang kita pikirkan hanyalah kesenangan kita semata tanpa memikirkan perasaan orang lain yg mungkin tanpa kita sadari telah kita lukai. Yang tanpa sadar senyum yang mereka sunggingkan hanyalah palsu belaka tapi di balik senyum itu terdapat luka yang amat dalam karena sering tersakiti oleh perbuatan kita.

Lebay? Alay? Baper? Tergantung dari sudut pandang mana kita melihat. Kita sering kali menyuruh orang yang kita sakiti untuk merubah sudut pandang menjadi lebih positif. Misalnya, "Yaudah sih gitu aja baper..." "Lebay bgt sih lo gitu aja dimasukin kedalem hati." atau "Alay deh, selow aja kaleee.."
Padahal ga segampang itu, ga segampang apa yang kita ucapin. Mereka ga lebay apalagi alay, mereka manusia yang punya perasaan dan wajar aja kalau sampai baper karena di sakiti terus menerus.

Ingat setiap orang punya batas kesabarannya masing-masing. Mungkin ada yang sanggup menahan, dan ada pula yang tidak sanggup lalu meledak. Mungkin gampang kelihatannya menyelesaikan permasalahan seperti ini, tinggal kita merasa bersalah lalu berusaha utk meminta maaf. Tapi, apakah dengan minta maaf semua kembali normal? Bagi kita yang menyakiti, iya, semua bisa kembali normal, paling rasa bersalah yang masih ada. Bagi dia yang tersakiti, apa semudah itu? Kita minta maaf kadang agar melegakan hati kita sendiri. Akuilah, kita jarang memikirkan bagaimana orang yang kita sakiti itu bisa berdamai dengan lukanya.

Mulai sekarang, jagalah lisan kita. Setidaknya kita harus paham bagaimana cara menghargai orang, teman, atau siapapun yang saat ini berada di dekat kita. Percuma bila kita terus memperbaiki diri, tapi sedikitpun kita tidak menghargai dan memperhatikan perasaan mereka. Semoga kita selalu di beri pemahaman yang semakin baik, Aaamiiin.

  • view 91