Ramadhan Belum Pergi

Bahtera Muhammad Adi
Karya Bahtera Muhammad Adi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 Juli 2016
Ramadhan Belum Pergi

Seakan baru kemarin kita mempersiapkan mau masuk Ramadhan. Dalam sekejap, kita terhenyak sudah di penghujung Ramadhan.
 
Sungguh, tidak pernah ada yang namanya bulan, bisa sedemikian memikat seperti Ramadhan.
 
Tidak seperti bulan lainnya yang berjalan lurus tanpa menengok. Kau menghampiri kami, tidur bersama kami, makan bersama kami, bermain bersama kami, duduk bercanda bersama kami. Hingga kami merasa nyaman denganmu, merasa hangat dengan kehadiranmu.
 
Tapi...
Sebentar lagi kau akan pergi. Waktu kunjunganmu sudah hampir habis.
Di saat kami sedang mulai paham petuahmu. Kau akan meninggalkan kami.
 
Ramadhan...
Siapakah kiranya yang bisa menahan dirimu? Kami belum siap kau tinggal.
 
Dimana diri kami kemarin saat kau datang?
 
Maafkan kami, Ramadhan...
Kami baru mengerti tentang arti kehilangan saat dirimu berkemas hendak pulang.
Sedang kemarin, terlalu lama kau kami terlantarkan.
 
Satu hal yang kami takutkan...
Engkau tersinggung dan pulang dengan penuh kemarahan...
Hingga tidak mau kembali lagi tahun depan...
 
Ramadhan...
Bisakah kau berjanji akan mengunjungi kami lagi tahun depan?
 
 
(Caption by Umar Zain Assegaf)
*diringkas dari tulisan aslinya yang berjudul "Maafkan Kami Ramadhan"

Dilihat 132