Think Again: Berfikir positif dalam berkarya

Bebe
Karya Bebe  Kategori Motivasi
dipublikasikan 01 Oktober 2017
Think Again: Berfikir positif dalam berkarya

Buang jauh-jauh anggapan "aku tidak berbakat", "Aku tidak memiliki bakat seperti dia"

"Karyaku tidak berarti apa-apa di banding karya dia".

 

Think again !

 

Buang pesimisme dalam diri, mulailah melangkah lagi dengan pemikiran positif

jangan mundur terhadap apa yang ingin kamu mulai, jangan pernah menyerah untuk hal yang telah kamu mulai.

 

Mulailah lagi walau beribu-ribu kali salah, Mulailah lagi walau beribu-ribu kali kalah, mulailah lagi

walau beri-ribu kali gagal.

 

Kamu tahu Thomas Alva Edison kan? mungkin salah satu gurumu pernah menceritakan bahwa

Thomas Alva Edison membutuhkan ratusan bahkan ribuan percobaan sampai pada akhirnya dia bisa menjadi seorang ilmuan terkenal dengan penemuannya sampai saat ini sering kita pakai yaitu listrik.

Dalam sebuah buku Edison berkata "genious =1% inspiration but 99% perspiration” yang

artinya seorang yang jenius adalah 1% isnpirasi tetapi 99% dicapai dari usaha dan kerja keras.

 

Saya mulai menyukai menulis sejak 2 tahun yang lalu, menulis adalah kegiatan yang menakjubkan karena dengan sebuah tulisan kita bisa menularkan perasaan, menginspirasi, membuka wawasan dan dengan tulisan kita akan menjadi bagian yang dikenal bahkan terkenang karena karyanya.

 

Panji Pragiwaksono mengatakan bahwa kunci dari berkarya adalah mulai dulu aja, lalu bikin yang lebih baik.

 

Saya memiliki beberapa ide yang telah saya tuangkan menjadi sebuah draf naskah. saya telah beberapa kali di tolak oleh penerbit, dan saya tidak pernah merasa itu adalah akhir dari semua perjuangan saya. bukankah menulis adalah kegiatan yang berproses ?

semakin sering gagal dan kurangnya pengakuan dari orang lain membuat saya terus berusaha meningkatkan kemampuan/kualitas menulis, meski sampai hari ini saya merasa bahwa tulisan saya masih jauh dari kata bagus.

 

Saya masih ingat tulisan pertama saya yang membuat diri sendiri saja bahkan tidak ingin membacanya sama sekali karena begitu jeleknya karya tersebut, lalu teman saya berkata “seorang penulis yang baik adalah pembaca yang baik juga, banyaklah membaca dan memperbanyak referensi, melatih kemampuan dan belajar-belajar lebih baik lagi akan membuat kita terus maju”  

Terimakasih karena nasihat itu telah banyak mengubah hidup saya.

 

Dengan berfikir posisif saat berkarya, semua akan menjadi lebih mudah.

 

Indonesia membutuhkan para pemuda yang berkarya, pemuda yang produktif, pemuda yang menginspiarsi.

Bukan,

Pemuda konsumtif yang pandai mencaci, pemuda yang plagiatis.

  

Berkaryalah dengan tulisan, musik, Vlog, atau apapun yang kamu suka, karena apapun yang kita lakukan jika berlandaskan karena rasa suka tidak akan terasa berat.

Bakat bukanlah hal terpenting dalam berkarya, mario teguh pernah mengatakan “bakat itu adalah sesuatu yang membuat seseorang lebih mudah dalam menguasai suatu hal”

Tere Liye adalah orang yang berbakat dalam menulis menurut saya, karya-karyanya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, kualitas nya memang sangat luar biasa, tapi bukan berarti kita tidak bisa seperti Tere Liye yang menginspirasi melalui tulisan.

 

Mulailah dengan menjadi diri sendiri, kunci berkarya menurut Panji Pragiwaksono adalah sedikit lebih beda lebih baik dari pada sedikit lebih baik. Itulah cara terbaik agar karya kita muncul ke permukaan.

 

Pertama kali saya menulis, kesalahan fatal yang saya lakukan adalah menyamai gaya menulis penulis yang saya kagumi tersebut, lalu kesalahan yang kedua adalah memiliki tujuan matrealistis. Saya berfikir bahwa menjadi seorang penulis itu bisa dikatakan berhasil saat masuk ke penerbit lalu dijual di toko buku dan best seller. Bukan …. Bukan seperti itu.

 

Berkarya lah dari hati, belajarlah dari Andrea Hirata yang membuat karya laskar pelangi untuk dipersembahkan kepada gurunya namun tanpa dia sadari bahwa karyanya itu adalah karya yang membawanya kepuncak ketenaran dan dikenal sebagai penulis Indonesia yang berbakat.

 

Think again. Let’s do It

  • view 132